RUSAK: Kondisi jalan kabupaten ruas Saung Desa Sengkol-Desa Pengembur Kecamatan Pujut, kemarin. (FENDI/ RADAR MANDALIKA)

PRAYA – Keberadaan akses jalan kabupaten ruas Saung Desa Sengkol menuju Desa Pengembur Kecamatan Pujut tidak hanya dikeluhkan oleh warga Sengkol. Warga dari Desa Pengembur juga mengaku merasakan dampak dari buruknya akses jalan tersebut lantaran menghambat berbagai aktifitas warga khususnya untuk mendistribusikan hasil pertanian.

Salah seorang warga, Herman menjelaskan jika dengan kondisi jalan yang rusak tersebut menghambat distribusi hasil pertanian warga khususnya pada saat hujan. Dimana, kondisi jalan semakin licin, becek, dan berlumpur. Kondisi ini sebutnya tidak jarang mengakibatkan mobil pengangkut barang terhambat karena kondisi jalan yang labil.

“Jelas terhambat, karena jalannya kecil dan kondisinya rusak parah, tidak banyak pick up juga mau ambil barang ke sini,” terangnya.

Dia menjelaskan, kondisi jalan tersebut memang sangat vital bagi warga khususnya pada petani. Dimana, di sepanjang jalan tersebut masih banyak lahan pertanian warga sebagai mata pencaharian sehari- hari.

“Kita hampir tiap hari lewat jalan ini,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Masrun. Dimana, jalan tersebut selain akses pertanian juga banyak d gunakan untuk akses keseharian bagi warga yang tinggal di beberapa dusun di sepanjang jalan tersebut. Dengan demikian jalan tersebut tentu sangat dibutuhkan karena berdampak pada akses masyarakat dari berbagai bidang seperti pendidikan dan juga kesehatan.

“Di sana juga ada sekolah, ini yang harus jadi pertimbangan,” sebutnya.

Sebagai warga, pihaknya berharap agar pemerintah kabupaten bisa segera melakukan pembangunan jalan tersebut secara keseluruhan agar akses bisa memudahkan mobilitas masyarakat baik untuk akses pertanian, kesehatan, pendidikan, dan akses keseharian.

“Kita tetap berharap agar ini bisa di kerjakan semuanya, karena kondisinya sangat parah,” harapnya.

Sebelumnya, Kades Sengkol Satria Wijaya Sarap menerangkan jika akses jalan tersebut sepanjang 4,9 kilometer. Dimana, jalan tersebut merupakan akses pendidikan sebab terdapat sekolah mulai dari jenjang taman kanak- kanak (TK), SMP, dan SMA yang bernaung di sebuah yayasan.

Dimana sepanjang 2, 5 kilometer akses jalan tersebut masuk wilayah Sengkol sedangkan sisanya sekitar 2,4 kilometer masuk wilayah Desa Pengembur. Demikian pentingnya akses jalan tersebut, berbagai upaya yang telah di lakukan pemerintah desa. Pihaknya berharap agar pemerintah kabupaten bisa segera memperbaiki jalan tersebut lantaran warga sudah cukup lama terdampak dengan kondisi jalan rusak tersebut.

“Kami mohon kepada pemda, minim lah tahun ini harus dikerjakan,” harapnya.(ndi)

50% LikesVS
50% Dislikes
Post Views : 709

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *