Izin Tatap Muka Terancam Dihentikan di Lobar

  • Bagikan
F VAKSIIN
IST/RADAR MANDALIKA INJEKSI: Vaksinasi anak usia 6-11 tahun di Sekolah Dasar (SD) di Lombok Barat, Selasa (4/1).

LOBAR – Izin Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah Lombok Barat (Lobar) terancam dihentikan sementara. Lantaran progress vaksinasi anak usia 6-11 tahun belum mencapai 80 persen untuk bisa mengelar PTM secara penuh. Sekolah di Lobar harus segera melaksanakan vaksinasi agar bisa mencapai target PTM secara penuh.

 “Sesuai dengan kuisioner petunjuk pelaksanaan teknis dari Kemendikbud. Ada delapan kuisioner yang harus diisi, salah satunya adalah vaksinasi guru dan murid yang harus sudah lengkap,” terang Kasi Peserta Didik dan Pengembangan Karakter Bidang SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lobar, Ahmad Yani, Selasa (04/01).

Setidaknya, vaksinasi harus sudah nencapai minimal 80 persen dari jumlah keseluruhan peserta didiknya. Aturan itu kata dia, harus dilaksanakan. Karena jika tidak, kegiatan PTM-nya bisa dihentikan sementara. “Bisa dihentikan sementara sampai muridnya sudah tervaksin 80 persen,” tegasnya.

Sejauh ini untuk sekolah di Lobar masih melaksanakan PTM secara terbatas. Sehingga untuk bisa melaksanakan PTM penuh tahun ini, target vaksinasi tersebut harus segera terpenuhi. “Kalau belum capai target, pembelajarannya harus kembali daring (online). Kalau targetnya sudah tercapai, baru bisa melaksanakan tatap muka lagi,” ungkapnya.

Ia pun mengimbau sekolah yang merasa kesulitan dalam memulai vaksinasi, agar segera mengkomunikasikan kendalanya ke Dikbud untuk segera dicarikan solusi bersama. Salah satu kendala yang masih ditemui adalah adanya orangtua siswa yang belum mau anaknya divaksin. Selain siswa kelas I belum bisa menerima vaksin covid-19.

“Kita akan upayakan lakukan pendekatan dengan para orangtua nanti,” pungkasnya.

Sementara itu Kabid P3KL Dinas Kesehatan (Dikes) Lobar, dr H Ahmad Taufik Fathoni, mengingatkan bagi anak yang baru mengikuti imunisasi lain harus diberi jeda setidaknya satu bulan baru bisa divaksin covid-19. Hal ini untuk menjaga reaksi vaksin tetap baik dan aman dalam tubuh.

 “Karena vaksin Covid-19 ini kan vaksin baru, baru setahun ini. Penelitian untuk boleh digabung dengan vaksin yang lain itu belum ada, jadi kita ambil amannya,” jelasnya.

Supaya bisa segera mencapai target vaksinasi, Dikes dan Dikbud saling berkoordinasi. Bahkan walaupun sekolah sedang libur, mereka diminta menjadwalkan satu hari muridnya masuk sekolah hanya untuk mengikuti vaksinasi. “Kami kerjasama dengan Dikbud. Jadi walaupun libur, sekolah tetap menjadwalkan satu hari masuk hanya untuk vaksin. Itu giliran setiap sekolah” tuturnya. (win)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *