Isu Rohmi Rebut Golkar, Tergantung DPP

  • Bagikan
Rohmi dan selly
ITS/RADARMANDALIKA.ID sitti Rohmi Djalillah

MATARAM – Perebutan kursi Pimpinan Dewan Pengurus Daerah (DPD) I Partai Golongan Karya (Golkar), akan berlangsung 4-6 Maret mendatang. Selain nama H Moh. Suhaili FT dan H Ahyar Abduh, Sekretaris DPD I Golkar NTB, Baiq Isvie Rupaeda juga mengaku bakal maju merebut kursi ketua.

“Kalau ada dukungan, kenapa tidak,” kata Isvie di Mataram, Senin kemarin.

Namun ia menyadari sejauh ini belum mendengar ada dorongan untuk itu. Sehingga untuk sementara waktu, Ketua DPRD NTB itu melihat dirinya belum memutuskan untuk maju.

“Untuk sementara belumlah. Kita lihat saja nanti. Semua itu bisa terjadi di last minute,” cetusnya.

Isvie mengaku sejauh ini baru dua nama yang didengarkannya positif maju. Bupati Lombok Tengah, H Moh. Suhaili dan Walikota Mataram Ahyar Abduh. Meski Suhaili sudah dua periode memimpin Golkar NTB, dalam SOP organisasi Partai Golkar tidak ada larangan untuk kembali maju. Isvie justru melihat peluang kemenangan Suhaili sejauh ini masih kuat.

Uhel sapaan Suhaili, bagi kader Golkar dilihat berhasil mempimpin Golkar. Kemudian dari sisi komunikasi Uhel juga lebih bagus dan tokoh yang dianggap tidak terlalu formal alias sosok yang merakyat.

“Peluang beliau sangat besar untuk memimpin lagi,” sanjungnya.

Bagiamana dengan Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalillah yang dikabarkan akan maju? Selaku Ketua Panitia, Isvie belum mendengar isunya. Yang jelas dalam mekanisme yang ada, kandidat ketua pernah menjadi Pengurus Golkar minimal lima tahun baik di tingkat DPD I dan DPD II. Figur luar kader bisa saja memimpin Golkar jika ada diskresi dari Ketua Umum DPP Golkar.

“Saya kira tidak ada masalah kalau beliau mau sepanjang ada diskresi Ketum,” katanya.

Dalam pemilihan ketua partai ada dua mekanisme yang berlangsung pemilihan langsung atau aklamasi. Tetapi lagi-lagi itu tergantung pemilik suara yaitu DPD II di 10 kabupaten/kota di NTB.

Isvie juga menjelaskan Musda awalnya akan berlangsung di Novotel di Lombok Tengah. Namun dengan pertimbangan akses dan kemudahan lainnya, Musda akan digeser ke Hotel Lombok Raya Mataram.

“Pertimbangannya dekat dengan seluruh ketua kabupaten/kota karena lokasinya di ibu kota provinsi. Dari segi efisiensi waktu dan soal pembiayaan,” kata Isvie menyampaikan alasan pemindahan acara Musda tersebut.

Pada Musda tersebut, selain memilih ketua juga setelahnya menyusun program kerja lima tahunan. (jho)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *