Ibu Tiri Menangkan Gugat, Anak Keberatan

F Ekseskusi lahan

MELAWAN: Ardiansyah ahli waris saat menunjukkan perlawanan dengan pihak keluarganya, Kamis kemarin saat hendak dilakukan sita eksekusi.

PRAYA – Sita eksekusi tanah beserta bangunan rumah di Dusun Jempong Eler Desa Mertak Tombok, Kecamatan Praya, Kamis kemarin dengan luas tanah 6.125 m² berjalan lancar.

Awal mula perkara ini muncul, ibu tiri inisial, NJ warga Dusun Jempong Eler, Desa Mertak Tombok memasukan gugatan ke Pengadilan Negeri Praya karena ingin menguasai warisan ditinggalkan mendiang suami. Hasilnya, di Pengadilan Negeri Praya memenangkan gugatan dimasukan NJ dan kemarin dilakukan sita eksekusi.

Sementara itu, ada pun pihak tergugat Ardiansyah yang merupakan anak tiri dari NJ. Ardiansyah selama ini menempati rumah tersebut.

Kepada media, tergugat Ardiansah menceritakan awalnya perkara ini masuk. Dia menceritakan, NJ merupakan istri ketiga almarhum bapaknya. Katanya, sebelum orang tua meninggal NJ menurut dia sudah mau menguasai rumah beserta tanah.

Di tengah perjalanan rumah tangganya, NJ sempat pisah dengan mendiang bapaknya. Namun tak lama berhasil rujuk dengan ada kesepakatan, bapaknya harus menandatangani surat perjanjian jual beli terhadap lahan yang dipermasalahkan tersebut.

 “Dan itu diikuti almarhum bapak saya, pada waktu itu sebagai syarat rujuk,” ceritanya.

Lanjut cerita, setelah surat jual beli diperoleh, NJ malah tidak mau kembali ke rumah bersama almarhum bapak tahun 2008 silam. Sementara,tahun 2017 kembali dibuatlah surat pembatalan jual beli tersebut agar tidak adanya permasalahan dikemudian hari. Namun persoalan kemudian semakin meruncing ketika pihak pengadilan mengeluarkan keputusan untuk melakukan penyitaan dan eksekusi lahan yang dilakukan secara tiba-tiba.

Sementara, da mengaku semua surat perjanjian jual beli, surat pembatalan jual beli, sertifikat dan SPPT pun ada di tangannya.

“Saya pegang semua,” tegas dia.

Adapun sanksi waktu itu, kata dia, Ramli Ahmad merupakan saksi hidup dari prosesi jual beli yang diklaim tidak pernah melihat uang sepeserpun ketika adanya surat jual beli yang diklaim ibu tiri.

“Tidak sah, saya curiga ini ada permaian,” sebut dia.

Ramli menambahkan, dimana dalam waktu dekat pihaknya akan mendatangi Pengadilan untuk memperjuangkan haknya. “Saya akan datang ke pengadilan,” janjinya.

Sementara NJ yang dikonfirmasi di kediamnya oleh wartawan Radarmandalika.id tidak dapat ditemui. NJ tidak ada di rumah. (tim)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Pengelola Togel Omzet Miliaran Ditangkap Polisi

Read Next

Angkut BBM, Mobil Pikap Ludes Terbakar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *