Hilang Kabar 12 Tahun, Hikmah Kirim Doa untuk Ismawati

  • Bagikan
F TKW 1
FOTO DIKI WAHYUDI/RADAR MANDALIKA MENUNJUKKAN: Kedua orang tua TKW Ismawati saat menunjukkan Ijazah MTs milik putrinya, Senin kemarin.

MATARAM – Kedua orangtua Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang hilang kontak selama 12 tahun habis akal. Mereka sudah tidak tahu harus bagaimana agar anaknya Ismawati, 28 tahun warga Lingkungan Kebun Talo Jaya, Ampenan Utara, Kecamatan Ampenan Kota Mataram dapat ditemukan. Termasuk bisa dibantu dipulangkan.
“Tolong pak gubernur, pak walikota, pak DPR atau lembaga lain bantu anak kami. Pulangkan anak kami pak, bantu kami,” ungkap Mahsan ayah TKW itu dalam wawancara eksklusif dengan Radar Mandalika, Senin kemarin.
Ditambahkan Hikmah ibunya, sampai dengan saat ini dirinya merindukan putrinya yang mengadukan nasib ke Arab Saudi.
“Anak saya tamat MTs langsung mau ke Saudi, dia mau sekali punya sepeda motor,” ungkapnya terharu.
Dalam persoalan ini, sang ibu mengaku suaminya beberapa kali mendatangi kantor PT. Sabrina Paramihta namun tak pernah direspons.
“Saya sampai nangis-nangis, tapi tega sekali pihak perusahaan ini ya allah,” ceritanya.
Dia mengaku, hampir setiap selesai salat selalu memanjatkan doa untuk putrinya agar bisa kembali. Ia yakin anaknya masih hidup. Dirinya memperkirakan anaknya hilang kontak gara-gara majikan tidak baik.
“Saya hanya bisa berdoa saja, semoga Is bisa segera pulang saya tidak butuh uangnya,” katanya tegas.

Sementara itu, Dinas Tenaga Kerja Provinsi NTB belum mendapatkan data lengkap TKW asal Ampenan atas nama Ismawati itu. Dinas hanya mengetahui informasi ini melalui media.
“Artinya sekarang ini dilaporak resmi persoalannya sepetrti apa. Malah kami baru tahu lewat media,” tegas Kadisnakertrans NTB, I Gde Putu Ariyadi saat dikonfirmasi.

Aryadi mengatakan jika dilaporkan tentu pemerintah bisa membantu melacak kronologis pemulangannya. Apalagi jika dulu berangkat secara resmi maka akan cepat diketahui perusahaan yang memberangkatkannya. Tidak hanya itu, pemerintah juga memberikan laporan kepada Menlu maupun KJRI setempat.

“Kalau tidak dilaporan secara resmi teman-teman petugas di KJRI tidak bisa melancak karena dianggapa melanggar hukum (pihak sana),” tegasnya kembali.

Selama ini tidak ada yang tidak dibantu pemerintah. Malah yang banyak diselesaikan itu yang non prosuderal. Sehingga untuk memudahkan langkah pencariannya pemerintah membutuhkan data awal.
“Kita akan tahu paspornya, bekerja dimana bisa ditelusuri. Kita selalu siap tangani persoalan ini,” janjinya.

Terpisah, Kepala UPT BP2MI Mataram, Abri Danar Prabawa mengaku pihak keluarga kemarin telah mendatangi kantor BP2MI untuk meminta pencarian Isnawati. Pihaknya pun telah berkoordinasi langsung dengan Kemenlu maupun KJRI.

“Sampai hari ini memang kita belum dapat informasi update karena beberapa hal terkait dokumen yang orangtua miliki,” katanya saat dihubungi.

Dalam persoalan ini mereka mengimbau keluarga supaya tidak cepat percaya pihak-pihak lain yang ingin mencoba memulangkannya.

“Hati hati kepada pihak pihak yang ingin membantu. Intinya pemerintah siap menghandle,” katanya.

Hal ini disampaikan BP2MI mengingat ada pihak lain yang juga bersuara untuk memulangkannya sementara dari pemerintah saja belum menemukan titik terang.
“Intinya pihak KJRI, Menlu sudah melakukan penelurusan,” tegasnya.

Abri mengatakan informasi yang ditemukan Isnawati berangkat melalui salah satu BP3MI. Pihaknya pun sudah melalukan pengeceka terhadap perusaan yang memberangkatkannya.
“BP3MI itu sudah nggak ada di NTB. Kita sudah lihat dari sistem untuk konfirmasi kepada BP3MI untuk membantu penelusurannya,” katanya.

Menurut Danar, banyak kemungkinan penyebab hilang kontak salah satunya terjadi perpanjangan kontrak. Sehingga memastikan keberadaannya perlu disiapkan dokumen pendukung seperti paspor.

“Ini jadi ranah pihak KJRI. Proses pencariannya dipastikan tidak bisa cepat,” pungkasnya.(red/jho)

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *