Guru di Tiga Kabupaten Belum Divaksin, Belajar Tatap Sulit Terwujud di NTB

F Poltekpar scaled

DOK/RADAR MANDALIKA TATAP MUKA: Seorang pekerja di Kampus Poltekpar Lombok hendak keluar menggunakan sepeda motor, belum lama ini.

MATARAM – Rencana belajar tatap di sekolah kemungkinan besar sulit terwujud. Pasalnya, guru di tiga kabupaten/kota di NTB belum dilakukan suntik vaksin covid-19 sampai hari ini.
Di antaranya, Kabupaten Lombok Timur, Dompu dan Kota Bima. “Dari data yang kami terima sampai 17 April memang demikian,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan NTB, dr Lalu Hamzi Fikri saat dikonfirmasi, kemarin.

Fikri menjelaskan, pada dosis I cakupan vaksinasi Covid-19 untuk guru provinsi NTB sebanyak 12.592 orang (50.5 %). Kabupaten tertinggi yaitu kabupaten Bima 2.996 orang (190,6%), Kabupaten Sumbawa Barat sebesar 129,8 % dilanjutkan kota Mataram sebanyak 3.636 orang (43,1%), Lombok Tengah 2.370 orang (81,9%), Sumbawa 1.179 orang (36,0%), Lombok Barat 841 orang (35,1%).

“Kabupaten yang belum melaksanakan vaksinasi untuk guru karena kabupaten/kota masih proses pemilahan,” tegas mantan Dirut RSUD Provinsi NTB itu.

Menurut Fikri, bisa juga dari 3 kabupaten tersebut ada yang sudah melaksanakan vaksinasi, sebab memang kabupaten kota sedang melakukan pemilahan cakupan guru. Hal itu lantaran pihaknya sudah melayani pada tahapan awal Maret dan masuk pada cakupan pelayanan publik.

Sementara itu, pada Dosis II cakupan vaksinasi Covid-19 pada guru Provinsi NTB sebanyak 2.025 orang (8.1 %). Kabupaten tertinggi yaitu Kabupaten Bima yaitu 838 orang (53,3%), Sumbawa Barat yaitu 62,8 %, Lombok Barat 336 orang (14,3%) dan Lombok Tengah baru 3 orang (0,01%).

Fikri mengatakan, lima Kabupaten Belum melaksanakan vaksinasi yaitu kota Mataram, Lotim, Lombok Utara, Dompu, dan Kota Bima. Pihaknya lagi-lagi beralasan karena Kabupaten/kota masih proses pemilahan.
Dia mengaku pihaknya tetap mendorong kabupaten kota untuk melalukan percepatan vaksinasi. Selain guru saat ini yang juga didorongnya percepatan Vaksinasi bagi warga lanjut usia (Lansia) dengan cara jemput bola atau memaksimalkan fasilitas kesehatan yang ada.

“Juga kita dorong bisa dilaksanakan Posyandu keluarga,” ungkapnya.

Ditambahkan Asisten III Setda NTB, dr Nurhandini Eka Dewi yang dikonfirmasi terpisah membenarkan fakta tersebut.”Memang belum semua guru, karena vaksin yang juga datang bertahap, diharapkan selesai sebelum tahun ajaran baru,” harap Eka.

Eka menjelaskan, stok vaksin sebetulnya ada tetapi tidak sejumlah guru yang memang harus divaksin. Sehingga, lanjutnya divaksin secara bertahap.
“Bertahap vaksinnya,” ungkapnya.

Sementara, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB menargetkan tatap muka sekolah akan berlangsung di Juli 2021. Namun syaratnya ketika target vaksin bagi guru dan siswa bisa selesai. Namun yang menjadi masalah dari target vaksinasi guru di bawah Dikbud NTB 16 ribu belum semuanya divaksin.
“Tatap muka terbatas ditargetkan Juli, Juni harus selesai vaksinasi guru,” kata Kadis Dikbud NTB, Aidy Furqon belum lama ini. (jho)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Dandim Loteng Tinjau Lokasi TMMD di Desa Bilebante

Read Next

Prof. Dr. H. Masnun Tahir Serahkan Berkas Pendaftaran Calon Rektor UIN Mataram

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *