Gubernur Dorong Sekolah Swasta Lebih Kreatif

F Gubernur 1

IST/RADAR MANDALIKA SILATURAHMI: Gubernur NTB, Zulkieflimansyah saat menerima silaturahmi para kepala SMA swasta se -Kabupaten Lombok Timur, kemarin.

MATARAM – Tenaga kependidikan baik kepala sekolah, guru maupun perangkat kependidikan lainnya ditengah tuntutan akan daya saing yang cukup kompetitif. Pemerintah NTB meminta hendaknya harus bisa berinovasi, berkreasi dan bisa melakukan lompatan-lompatan yang berdampak signifikan bagi pengembangan dan kemajuan pendidikan.

“Dengan kreasi dan inovasi yang berkesinambungan dengan visi dan misi yang jelas untuk memajukan pendidkan di sekolah persoalan-persoalan intern semisal sarana-parasarana ataupun persoalan anggaran sekolah bisa dicarikan solusinya,” tegas Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah pada penerimaan kepala SMA swasta se-Kabupaten Lombok Timur di Mataram, kemarin.

Gubernur juga memberikan penekanan kepada Dikbud NTB agar mendorong para kepala sekolah ataupun guru-guru di sekolah swasta agar lebih kreatif dalam hal mencari bantuan agar kreatif dengan menjemput bolah ke pusat. Bagi Gubernur, kreatifitas dan sikap pro aktif seperti ini juga sangat diperlukan agar sekolah menjadi lebih maju dan berkembang di masa-masa yang akan datang.

Berkenaan dengan kesejahteraan guru, mantan anggota DPR RI tiga periode ini menyarankan agar sekolah swasta itu lebih berkreasi agar bisa mendapatkan penghasilan sendiri. Gubernur memberi contoh sekolah bisa punya usaha sendiri. Yang mana dari usaha itu diharapkan ada tambahan pendapatan untuk menambah honor guru di sekolah swasta.

“Karena itu sekolah swasta diharapkan bisa bekerjasama ke instansi atau dinas terkait untuk bisa mengembangkan usaha sekolah seperti di bidang pertanian ataupun peternakan,” kata gubernur.

Meski demikian Gubernur  mengakui pengelolaan sekolah swasta itu  tidak gampang. Kaitan dengan itu Gubernur menyarankan agar para pengelola pendidikan bisa membuka sekolah walaupun sedikit berbiaya mahal, tapi berkualitas dan output dari sekolah itu bisa memberi harapan kepada lulusannya.

“Sekolah  berbiaya mahal itu bisa dibandingkan hasilnya dari sisi kualitas. Namun fakta sekarang ini kan masyarakat inginnya sekolah berbiaya sedikit, namun  kualitas kelulusannya bagus. Ini tentu jadi kendala besar bagi pengurus sekolah swasta,” tuturnya.

Sementara, Kadis Dikbud  NTB melalui Kabid SMA/SMK Lalu M Hidir menjelaskan, untuk sarana dan parasarana itu terkait dengan Dana Alokasi Khusus (DAK) tergantung dari Data Pokok Pendidikan (Dapodik) di masing-masing sekolah. Karena penentuan DAK itu merupakan kebijakan pusat.

“Karena itu kami sarankan agar masing-masing sekolah bisa memberikan data yang akurat sekaligus melakukan perbaikan terhadap Dapodik yang masih kurang lengkap. Jika Dapodik sudah lengkap kemungkinan besar DAK bisa diperoleh meski diberikan secara bergiliran, karena begitu banyaknya permintaan serupa di Kementerian Dikbud,” ujarnya.

Selanjutnya terkait dengan tunjangan jam mengajar guru yang perlu ditambah, Hidir mengungkapkan, seperti yang disarankan oleh Gubernur Zulkieflimansyah agar sekolah punya inovasi seperti membuka usaha sekolah bekerjasama dengan instansi terkait juga bisa memberikan solusi terhadap tambahan honor mengajar para guru.

Usulan lainnya, agar para guru swasta bisa diberikan kesempatan untuk diangkat menjadi tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K), L Hidir menjelaskan, bahwa penerimaan guru tahun ini bisa melalui jalur P3K. Guru-guru swastapun bisa mengikuti test P3K dan kuota tahun ini cukup tersedia banyak. Guru swasta diharapkan juga turut berkompetisi dalam penermaan P3K ini. (adv/jho)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Bypass BIL-Kuta, Firman Yakin Tuntas Tepat Waktu

Read Next

Polisi Panggil PPK dan Kontraktor Proyek Penataan Senggigi

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *