KLU—Kompetisi Liga 4 Piala Bupati Lombok Utara menjadi catatan buruk. Pasalnya sejak laga pertandingan berlangsung tercatat beberapa kali rentetan kericuhan terjadi saat jalannya laga. Atas kejadian tersebut ASKAB PSSI Lombok Utara mengambil langkah tegas.
Kelanjutan kompetisi dihentikan sementara setelah muncul sejumlah persoalan di lapangan. ASKAB PSSI mengambil langkah penghentian sementara pertandingan untuk melakukan evaluasi sebelum memasuki laga 8 besar.
Setelah babak 16 besar, ASKAB PSSI KLU akan menggunakan masa jeda untuk memanggil manajer tim, panitia serta perangkat pertandingan. Masing-masing pihak akan diminta melakukan evaluasi terhadap perannya selama kompetisi berlangsung.
Ketua ASKAB PSSI Lombok Utara, Raden Nuna Abriadi, mengatakan keputusan tersebut diambil setelah pihaknya menerima berbagai laporan terkait kondisifitas pertandingan yang belakangan dinilai mulai tidak kondusif.
Laporan itu, kata Nuna, datang dari sekretaris ASKAB, sejumlah pihak di lingkungan PSSI yang turun langsung ke lapangan, klub, ofisial hingga penonton.
“Karena akhir-akhir ini sering terjadi kericuhan antar suporter, ofisial, penonton protes kepada wasit, panitia, oleh sebab itu selaku Ketua ASKAB PSSI saya mengambil tindakan untuk menghentikan sementara kelanjutan Liga Bupati atau Liga 4 Piala Bupati,” kata Nuna, Senin (21/9).
Menurutnya, penghentian sementara bukan berarti kompetisi dihentikan begitu saja. Langkah tersebut dilakukan sebagai ruang untuk cooling down sekaligus mengevaluasi pelaksanaan kompetisi, sebelum memasuki putaran berikutnya.
ASKAB PSSI KLU juga berencana memanggil seluruh pihak yang terlibat dalam kompetisi untuk mendapatkan pandangan dan mengevaluasi berbagai kejadian yang muncul secara beruntun.
“Kami ingin meminta pandangan dari pihak-pihak terhadap beberapa kejadian yang baru-baru secara berturut-turut terjadi agar kemudian tidak kita saling menyalahkan,” ujarnya.
Nuna menegaskan, evaluasi tidak hanya diarahkan kepada klub atau suporter. Perangkat pertandingan dan panitia penyelenggara juga menjadi bagian yang akan dibenahi.
Ia mengakui masih terdapat sejumlah kekurangan dalam penyelenggaraan kompetisi, termasuk dari sisi perangkat pertandingan maupun panitia.
“Walaupun kami juga menyadari bahwa masih banyak kekurangan-kekurangan dari perangkat pertandingan, juga dari panitia yang ke depan memang perlu kita benahi secara bersama-sama,” katanya.
Menurut Nuna, keberadaan kompetisi di GOR Pemenang sejak awal diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas sepak bola Lombok Utara. Karena itu, kualitas klub, ofisial, penonton, perangkat pertandingan maupun panitia dinilai harus berjalan beriringan.
Ia berharap seluruh pihak dapat menahan diri dan mengedepankan sikap sportif ketika kompetisi kembali dilanjutkan.
“Kami membuka kembali GOR Olahraga Pemenang itu dengan harapan bahwa kompetisi kita semakin meningkat kualitasnya. Demikian juga dengan kualitas klub, kualitas ofisial, kualitas penonton, kualitas panitia penyelenggara,” ujarnya.
Nuna menekankan bahwa pertandingan harus berlangsung secara fair play, tanpa tekanan dari pihak mana pun. Menurutnya, keamanan dan ketertiban merupakan syarat utama yang tidak bisa ditawar dalam keberlangsungan Liga 4 Piala Bupati.
“Keamanan, ketertiban itu syarat mutlak, syarat yang utama daripada keberlangsungan Piala Bupati Liga 4,” tegasnya.
Nuna juga mengingatkan bahwa ASKAB PSSI KLU tidak menutup kemungkinan mengambil tindakan lebih tegas apabila setelah evaluasi masih kembali terjadi insiden yang mengganggu jalannya kompetisi.
“Jikalau kemudian setelah babak 16 besar ini setelah kami panggil, kami evaluasi, kami memanggil semua manajer-manajer tim, memanggil panitia, memanggil perangkat pertandingan, terus kemudian masih saja terjadi kejadian-kejadian yang tidak bertanggung jawab, tentunya kami selaku otoritas sepak bola di Kabupaten Lombok Utara akan mengambil tindakan tegas kembali,” katanya.
Tindakan tersebut, lanjut Nuna, dapat berupa sanksi terhadap pihak yang terlibat hingga penghentian kompetisi secara permanen apabila kondisi tidak memungkinkan untuk dilanjutkan.
“Entah itu skorsing, entah itu menghentikan secara permanen,” ujarnya.
Dengan kompetisi yang telah berjalan cukup panjang dan kini memasuki fase 16 besar, ASKAB PSSI KLU memilih tidak terburu-buru melanjutkan pertandingan sebelum persoalan yang muncul mendapatkan evaluasi.
Nuna kembali mengajak seluruh pihak untuk menjadikan masa jeda tersebut sebagai kesempatan melakukan evaluasi diri.(dhe)

