Hj Lale Puspasari (WINDY DHARMA/RADAR MANDALIKA)

LOBAR—Dua Calon Jamaah Haji (CJH) di Lombok Barat (Lobar) terpaksa mundur dari keberangkatan haji tahun ini. Lantaran belum mampu melunasi biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) 2023. Keterbatasan ekonomi membuat kedua jamaah itu tak mampu melunasi biaya haji yang sudah naik.

“Dua orang mengundurkan diri dengan alasan ekonomi,” kata Plt Kasi Haji Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Lobar, Hj Lale Puspasari yang dikonfirmasi disela acara manasik haji di Becingah Agung Kantor Bupati Lobar, Selasa (16/5/2023).

Seperti diketahui, pemerintah pusat sudah menetapkan biaya perjalanan ibadah haji tahun ini sebesar Rp 49 juta lebih. Dengan ketentuan pelunasan bagi jamaah haji reguler yang tertunda keberangkatan 2022 serta sudah lunas hanya menambah biaya sebesar Rp 9,4 juta. Bagi jamaah haji berhak lunas untuk keberangkatan 2023 menambah biaya pelunasan sebesar Rp 23,5 juta. Sedangkan untuk jamaah haji yang keberangkatannya 2020 tertunda serta sudah lunas tak dikenakan ketentuan baru tersebut.

Saat disinggung nasib dua CJH yang mundur karena belum melunasi biaya haji. Lale mengatakan mereka masih akan menjadi prioritas di tahun depan jika melunasi biaya. Keduanya tetap masuk kursi keberangkatan di tahun depannya. “Tetap akan menjadi prioritas kalau melunasi,” ucapnya.

Sejauh ini kata Lale, masih ada beberapa CJH yang belum melunasi biaya haji itu. Para CJH itu merupakan kursi cadangan. Selain itu terdapat sekitar 18 CJH yang meninggal dunia dan kemungkinan digantikan oleh keluarganya atau jamaah dari kursi cadangan.

“Yang meninggal itu ada yang sudah lunas ada juga yang belum. Nantinya akan diganti oleh pihak keluarganya atau kursi cadangan,” jelasnya.

Data Kemenag Lobar, total kuota jamaah haji Lobar tahun ini sebanyak 672 CJH. Terdiri dari jamaah reguler dengan usia lansia 65 tahun ke atas sebanyak 149 orang dan di bawah 65 tahun 349 orang. Kemudian cadangan sebanyak 127 orang.

Dari data itu hingga tanggal 15 Mei 2023 total yang sudah melunasi biaya haji sebanyak 555 orang dan 117 orang belum melunasi. Terdiri dari sebanyak 500 CJH jamaah reguler sudah melunasi, 45 jamaah lainnya belum. Kemudian untuk jamaah cadangan sebanyak 41 orang sudah melunasi, dan 12 orang belum melunasi. Selanjutnya cadangan dua yang sudah melunasi mencapai 14 orang, yang belum lunas 33 orang. Cadangan tiga atau tambahan menggantikan yang belum melunasi sebanyak 27 orang.

“Cadangan ini masih diierikan waktu pelunasan sampai tanggal 19 Mei mendatang. Kalau sudah melunasi akan masuk dalam jumlah jamaah kita,” bebernya.

Keberangkatan tahun ini, kata Lale, memprioritaskan kursi keberangkatan yang tertunda di tahun 2022 lalu. Lebih khusus untuk para CJH yang usianya masuk kategori lansia. Sebab di tahun lalu pemerintah menunda keberangkatannya karena alasan pandemi Covid-19.

Lebih lanjut Lale mengatakan, para Jamaah Calon Haji (JCH) Lobar masuk dalam kloter tiga keberangkatan untuk NTB. Dimana kloter utuh Lobar berangkat pada 8 Juni mendatang sedangkan sisa kloter-nya akan masuk dalam kloter gabungan dengan kabupaten kota lainnya.

“Sisanya itu masuk kloter 9 berangkatnya tanggal 16 Juni. Cuma kita belum tahu pastinya campuran dengan kabupaten mana,” bebernya.

Kemenag Lobar pun masih mempersiapkan para CJH yang sudah melunasi biaya tersebut. Program manasik haji sedang dilangsungkan bulan ini, baik di kecamatan maupun kabupaten demi menambah bekal ilmu bagi para CJH. (win)

50% LikesVS
50% Dislikes
Post Views : 290

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *