DPD Partai Berkarya Keberatan

f spanduk

IST/RADAR MANDALIKA PEMASANGAN: Terlihat dua APS milik paslon terpasang logo Partai Berkarya.

PRAYA – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Berkarya Lombok Tengah keberatan atas penggunaan logo partai di setiap Alat Praga Sosialisasi (APS) paslon Pathul-Nursih. Permintaan ini dikuatkan dengan dilayangkan surat dengan nomor 09/DPD-BERKARYA/LOTENG/X/2020 yang dilayangkan 8 Oktober 2020 lalu. Isi surat dituliskan mengenai tuntutan pencopotan logo partai berkarya dalam semua bentuk atribut paslon nomor 4. 

Koordinator Divisi Penyelesaian Sengketa Bawaslu Loteng, Harun Azwari mengatakan, terkait laporan ini masih dilakukan pengkajian oleh Bawaslu. Namun, informasi yang dia terima penggunaan APS yang saat ini beredar diseluruh titik itu memang tidak resmi.

“Kalau desain resmi yang diserahkan ke KPU itu tidak ada, saya sendiri yang sudah koordinasi dengan ketua KPU,” ungkapnya pada Radar Mandalika, Senin, (19/10) kemarin.

Dia mengatakan, sejak 25 September 2020 lalu pihaknya bahkan telah menyurati baik kepada seluruh pasangan calon dan Kepala Badan Satuan Polisi Pamong Praja terkait penertiban APS tersebut, namun sampai hari ini belum juga ada tindakan dari instansi pemerintah tersebut. Terutama para paslon yang sudah jelas tak mengindahkan surat yang telah pihaknya layangkan.

 “Kita sudah minta ke paslon jika dalam 1×24 jam APS yang bermasalah tersebut tidak diturunkan, maka kami akan minta Pol PP untuk menindaklanjuti,” ancamnya.

Para calon juga tidak pernah meminta persetujuan dari KPU terkait pemasangan maupun penambahan jumlah APS. “Ini sudah tidak resmi, Ketua KPU saja tidak tahu jumlah APS yang para calon ini pasang. Jadi cetakan APS diluar jumlah yang telah difasilitasi KPU kepada calon seharusnya ada SK dari KPU untuk izin penambahan APS. Jadi ngak semaunya mereka cetak dan pasangan, desainnya juga harus melalui persetujuan KPU, buktinya logo Berkarya saat ini menjadi polemik baru,” bebernya.

Saat dikonfirmasi terkait masalah ini, Ketua KPU Loteng, L Darmawan masih irit bicara kepada media. “Intinya kita sudah sampaikan terkait SK tentang jumlah penambahan APK dan BK ke semua paslon,” jawab singkatnya via wa.

Terpisah, sampai berita ini diturunkan Kasat Pol PP Loteng, L Aknal Afandi belum dapat dimintai keterangan.(buy)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Zul Yakin Dengan Industrialisasi Pertumbuhan Ekonomi NTB Tetap Positif

Read Next

Nazili Sentil Bawaslu

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *