Dirjen SDPPI Kominfo Ajak Pesantren Beradaptasi dengan Teknologi

  • Bagikan
Kuliah Umum Kominfo
IST/RADARMANDALIKA.ID Dirjen Kominfo saat memberikan kuliah umum di Pondok Pesantren Syaikh Zainuddin NW Anjani Lombok Timur NTB, kemarin.

LOTIM – Direktur Jenderal (Dirjen) Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kominfo RI), Ismail memberikan kuliah umum di Pondok Pesantren Syaikh Zainuddin NW Anjani Lombok Timur, kemarin.
Diikuti oleh ratusan santri Ponpes Syaikh Zainuddin NW Anjani, kuliah umum tersebut mengangkat tema: Bijak Memanfaatkan Perangkat Telekomunikasi di Lingkungan Pondok Pesantren untuk Mendukung Transformasi Digital.
Dirjen SDPPI Kominfo RI, Ismail dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa transformasi digital telah membawa perubahan yang sangat besar dalam setiap aktivitas kehidupan sehari-hari.
“Aktivitas-aktivitas konvensional kita hari ini telah banyak berpindah ke ruang digital. Mulai dari bidang pendidikan, transportasi, keuangan atau perbankan hingga kesehatan, telah bertransformasi akibat dari perkembangan atau kemajuan teknologi,” kata Ismail.
Transformasi digital hari ini, lanjut Ismail, sudah tidak bisa dibendung. Menurutnya, yang bisa dilakukan adalah beradaptasi dan memperkuat pemahaman tentang literasi digital dan pemanfaatannya.
Beberapa syarat transformasi digital, ungkap Ismail, diantaranya, infrastruktur telekomunikasi yang baik, adanya device atau perangkat elektronik serta adanya aplikasi.
“Maka, selain menyiapkan infrastruktur digital, pemerintah hari ini terus mendorong bagaimana Sumber Daya Manusia (SDM) kita memiliki kemampuan dan wawasan digital, termasuk edukasi literasi digital bagi generasi muda agar mampu memaksimalkan pemanfaatan teknologi,” katanya.
Dikatakan Ismail, selain memiliki nilai-nilai positif, transformasi digital atau kemajuan teknologi informasi juga memiliki dampak negatif yang perlu dihindari, khususnya bagi generasi milenial.
Dalam kesempatan itu pula, Ismail tidak lupa mengingatkan kepada para santri Ponpes Syaikh Zainuddin NW Anjani tentang pentingnya pemahaman literasi digital. Generasi milenial yang tidak memiliki pemahaman yang baik tentang literasi digital sangat rentan terkena hal-hal negatif.
“Di tengah perkembangan teknologi informasi yang pesat ini, penting untuk kita semua membentengi diri dari konten-konten negatif seperti pornografi, ujaran kebencian, hoax fitnah dan hal-hal negatif lainnya,” katanya.
Ismail menyampaikan, ada beberapa hal yang bisa dilakukan generasi milenial untuk membentengi diri dari dampak negatif transformasi digital atau kemajuan teknologi hari ini.
“Pertama, adalah memperkuat pondasi iman dan taqwa. Kedua, adalah komitmen keluarga. Ketiga, adalah berpikir rasional atau produktif,” terang Ismail.
“Jika iman dan takwa sebagai pondasi dasar kita baik, keluarga kita baik dan di bangun dengan pemahaman literasi digital yang bagus, insyaallah kita bisa berpikir rasional untuk mengambil manfaat dari transformasi digital atau kemajuan teknologi hari ini,” tutupnya. (tim/rls)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *