LOBAR—Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Lombok Barat (Lobar) sangat serius berupaya mendongkrak peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lobar. Posisi Lobar yang saat ini berada di nomor urut 5 dari 10 Kabupaten Kota di NTB, dinilai masih bisa ditingkatkan hingga mencapai pucuk pertama.
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpus Lobar, H Lalu Winengan sudah menyiapkan sejumlah strategi untuk peningkatan IPM itu. Salah satunya meningkatkan minat literasi pada pemuda atau masyarakat. Sebab Ia menilai aktif masyarakat dalam budaya membaca menjadi kunci utama kemajuan daerah. Terlebih peran penting Lobar menjadi penyumbang terbanyak angka literasi di NTB hingga menempatkan NTB diposisi ke 2 nasional.
“Jadi salah satu kabupaten yang menyumbang angka minta baca itu Kabupaten Lombok Barat,” ujar Winengan saat dikonfirmasi di kantornya, Selasa (12/5).
Menjaga momentum positif tersebut, Winengan rutin mengelar berbagai lomba yang berkaitan minat baca, seperti yang belum lama digelar bertutur. Bahkan saat ini lomba resensi buku sedang berjalan. Lomba yang dirancang khusus untuk memastikan peserta benar-benar mendalami isi bacaan.
“Lomba resensi buku ini tidak bisa dijalani oleh orang tanpa dia baca buku, karena literasi resensi ini kan untuk merangkum. Bagaimana buku ini dirangkum, maka orang kan harus baca buku-buku mana yang mau dirangkum,” jelas Winengan.
Tak cukup sampai disitu, Winengan menyiapkan lomba perpustakaan desa. Pihaknya ingin perangkat desa dan masyarakat setempat lebih peduli terhadap ketersediaan fasilitas membaca di lingkungan mereka. Diharapkan pengelola perpustakaan desa lebih aktif mencari referensi judul buku yang sesuai dengan kebutuhan dan minat masyarakat di desa masing-masing.
Mengincar ranah pemuda kreatif, Winengan juga sedang menginisiasi lomba video literasi bagi para content creator. Syarat lomba ini cukup unik dan edukatif, dimana peserta harus membuat konten video saat mereka sedang membaca buku.
Demi memberikan apresiasi para peserta yang memperoleh juara dari berbagai kategori lomba itu, Winengan tidak tanggung-tanggung menyiapkan hadiah. Untuk juara pertama saja, pihak menyiapkan hadiah sebesar Rp5 juta, disusul juara kedua Rp4 juta, juara ketiga Rp3 juta, hingga juara harapan dengan nominal variasi hadiah.
“Kita berikan apresiasi, dan agar lebih kompetitif. Sebagai bentuk penghargaan tinggi terhadap upaya literasi,” ungkap mantan Kepala Dinas Sosial itu.
Selain kompetisi, kenyamanan pengunjung perpustakaan juga menjadi prioritas Winengan saat ini. Penataan area parkir yang nantinya akan diintegrasikan dengan pembangunan kafe tempat baca. Konsep ini mengadopsi model perpustakaan modern di luar negeri agar pengunjung merasa lebih rileks saat membaca.
“Penataanya ditangani oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU),” bebernya.
Sejauh ini diakui Winengan minat masyarakat cukup tinggi ke perpustakaan. Data kunjungan perhari bisa mencapai 30-50 orang lebih yang datang ke perpustakaan untuk membaca. Bahkan tidak sedikit warga dari luar Lobar yang menjadi pengunjung tetap perpustakaan andalan Pemda Lobar tersebut.
Sebagai sentuhan apresiasi dan memotivasi para pelajar maupun pemuda, Winengan menyiapkan reward bagi mereka yang rajin berkunjung ke perpustakaan.
“Yang sering ke perpustakaan, kita kasih reward. Minimal anak-anak nanti akan saya kasih cokelat, cokelat yang Juga bukan yang bisa di beli di ritail modern, tapi dari Dubai atau dari Turki. Jadi ini sebenarnya seni kita untuk mengajak anak-anak sering datang,” tuturnya. (win)
