Dilaporkan, Kuat Dugaan Dilakukan Orang Dalam

  • Bagikan
F Dicoret
IST / RADAR MANDALIKA RUSAK : Terlihat kantor DPC PPP Lombok Timur dicoret menggunakan pilox.

LOTIM – Kantor dan plang Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Lombok Timur (Lotim), dirusak dan dicoret orang tidak dikenal. Bagian atap dan plang dirusak. Sedangkan tembok kantor, selain dicoret menggunakan cat pilox juga terdapat tulisan “MUZIHIR, AKRI AKAN DIBALAS NYAWA”. Tulisan tersebut menggunakan cat warna hitam dan merah.
Diketahui, nama yang terpampang di tembok kantor Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP Lotim itu merupakan nama Ketua dan Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP NTB. Belum diketahui, apa motif oknum melakukan perusakan dan pencoretan kantor PPP itu. Sekarang ini, kasus itu telah dilaporkan ke ranah hukum, namun tidak tampak ada pengamanan berupa garis polisi (police line) di sana.

Kader PPP Lotim, Zohri Rahman yang dihubungi Radar Mandalika mengungkapkan, itulah demokrasi politik yang risikonya harus siap diterima. Apakah kasus itu ada kaitan dengan bursa ketua DPC PPP waktu lalu sampai terbitnya SK pengangkatan Lalu Husnan Karyadi sebagai ketua DPC PPP Lotim, dia sendiri tidak tahu. Tapi paling tidak, mestinya tidak melakukan perbuatan demikian, kalau merasa sebagai kader militan. Karena perbuatan itu tidak mungkin dilakukan orang luar partai.
“Cuma kalau ada oknum tertentu atau kader yang berbuat seperti itu, sangat saya sayangkan dan seharusnya tidak terjadi. Kalau pun menyangkut politik tertentu, itu suatu demokrasi tapi tidak begitu juga sampai merusak. Kalau pun kader memprotes, mestinya ke DPW atau DPP,” tegasnya.

“Kasus ini sangat layak diusut penegak hukum,” tambahnya.
Apakah ada kaitan dengan hasil Muscab PPP? Menurutnya yang bertarung saat itu sepengetahuannya hanya beberapa orang saja. Yakni, H Fahrurrozi dan Lalu Hamtan. Nama Lalu Husnan Karyadi (ketua DPC terpilih, red) tidak terdengar saat Muscab lalu. Hanya saja setelah di DPW, baru nama Husnan muncul.
“Harusnya DPW dan DPP bijak kalau berpikir partai ke depan. Bagaimana pun, Lalu Husnan merupakan kader baru di DPP. Mungkin dianggap tidak ada kader, sehingga terpilih. Saya tidak tahu PPP ke depan. Kalau pengurus DPW dan DPP tidak cepat mengambil sikap, imbasnya kader akan habis,” tegasnya lagi.
“Ini susahnya kalau partai tidak bijak mengambil keputusan. Main copot, siapa pun yang datang dilihatnya seperti apa, itu yang jadi pengurus, tanpa melihat track record dan sebagainya,” sambung Zohri.
Diungkapkan, memang setiap politik ada cost, dan mengeluarkan cost itu tetap ada risiko. Artinya, urusan demokrasi harus siap kalah dan siap menang. “Saya tidak berani mengkait-kaitkan masalah ini dengan hasil Muscab,” jawabnya.

Terpisah, Ketua DPC PPP Lotim, Lalu Husnan Karyadi menyebutkan, kejadian itu dilakukan malam hari. Sekitar empat malam lalu ada oknum yang hingga saat ini tidak diketahuinya. Sehari setelahnya, langsung melaporkan kasus perusakan itu ke Polres Lotim dan sedang diusut. DPW dan DPP diklaim telah tahu kasus ini, terlebih di tembok itu ada nama ketua dan sekretaris DPW.
“Secara jelas dan gamblang saya tidak tahu. Nanti kita dengar hasil keterangan penyeledikan kepolisian,” jelas dia.
Saat ditanya apakah ada kaitan kasus ini atas hasil Muscab waktu lalu, dibantah Husnan. “Kerugian materil belum tahu, sebab saya belum masuk ke kantor,” tegasnya.

Yang jelas lanjutnya, pihaknya mendapat SK sekaligus perintah dari DPP untuk menjalankan tugas sesuai fungsi, Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) serta Peraturan Organisasi (PO). Ia mengaku tetap maju dan selalu siap karena menjalankan tugas dari partai.
“Diterpa masalah sudah biasa. Artinya tidak diam dan terpaku tanpa memaksimalkan konsolidasi dengan pengurus dan kader partai,” sebutnya.
Untuk menyelesaikan masalah tersebut, diklaimnya DPW secara lisan telah menginstruksikan melakukan sesuatu yang harus dilakukan. “Masalah ini diketahui DPP. Kami tidak mungkin lari dari tanggungjawab, karena secara tidak langsung perintah SK, menjaga marwah dan partai semakin baik,” pungkasnya.

Di samping itu, Ketua DPW PPP Provinsi NTB, Muzihir langsung naik tensi. Atas kejadian itu, Muzihir mengaku cukup geram dengan aksi perusakan kantor DPC PPP Lombok Timur oleh orang yang tidak dikenal. Karena itu, pihaknya akan melaporkan insiden tersebut ke aparat kepolisian untuk diusut tuntas.

Muzihir menduga, pelaku perusakan itu merupakan oknum internal. “Saya sudah instruksikan untuk mengambil langkah hukum,” tegasnya.

Muzihir mengaku sedang mencoba melakukan penelusuran di internal partainya, dengan melakukan klarifikasi pada jajaran pengurus DPC PPP Lombok Timur terkait insiden perusakan kantor.
Muzihir menduga keras, pelaku perusakan tersebut bukan orang luar, melainkan melibatkan orang dalam PPP sendiri. Pasalnya, para pelaku perusakan kantor DPC PPP Lotim tersebut juga meninggalkan sejumlah coretan dinding kantor yang bertuliskan umpatan dan makian kepada dirinya dan Akri selaku Sekretaris DPW PPP NTB.

Jika nanti terbukti pelakunya adalah orang dalam PPP sendiri. Muzihir akan tegas untuk langsung menjatuhkan sanksi pemecetan kepada para pelaku, selain proses hukum tetap terus berjalan untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka.
“Kita langsung pecat dia,” pungkasnya.(jho/fa’i)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *