LOTIM – Logistik Pemilihan Umum (Pemilu), mulai didistribusikan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lombok Timur, ke Kecamatan pada Jumat (9/2/2024).

Distribusi menggunakan truck. Namun diduga, distribusi logistik Pemilu ini tidak sesuai Standar Operasional dan Prosedur (SOP) pada transportasi yang digunakan mendistribusikan logistik. Pasalnya, fakta lapangan sebanyak 21 kotak logistik kemasukan air kedalam plastik pembungkus sehingga mengakibatkan kotak rusak. Sementara dari jumlah tersebut, sejumlah kotak logistik rusak parah.

Dari jumlah kotak suara yang basah tersebut, Kotak Suara Presiden 5 kotak, Kotak Suara Kabupaten/Kota 7 Kotak, Kotak Suara DPR RI 4 kotak, dan Kotak Suara DPRD NTB sebanyak 5 Kotak. Tapi kotak suara yang cukup parah yakni Kotak Suara Presiden, DPR RI dan DPRD NTB. Selain itu, sebanyak delapan unit bilik suara yang turun di Desa Sembalun Bumbung Kecamatan Sembalun juga basah karena kemasukan air hujan. Kecamatan Sembalun menjadi wilayah pertama distribusi logistik. Dari dua armada truck yang digunakan mengangkut 355 kotak logistik, namun hanya satu truck yang diduga tidak sesuai SOP lantaran kemasukan air dari penutup truck yang diangkut pada saat dalam perjalanan turun hujan.

Fakta lain ditemukan dihari kedua distribusi logistik, Sabtu (10/2/2024), pada saat menaikkan logistik dari gudang penyimpanan di MiniMall Selong ke truck untuk didistribusikan ke Kecamatan, truck tersebut justru tidak dipasangkan alas berupa terpal. Padahal salah satu SOP distribusi logistik itu, truck yang mengangkut logistik harus dipasangkan alas menggunakan terpal atau jenis lainnya dan juga ditutup menggunakan terpal. Dengan fakta itu, diduga KPU tetap kecolongan.

Pada saat kembali dikonfirmasi tentang SOP yang didengungkan karena adanya temuan truck pengangkut logistik tanpa alas itu, Ketua KPU Lombok Timur hanya bertanya balik kapan kejadiannya dan mengucapkan terimakasih. Setelah ditanya kembali
terhadap dugaan distribusi tidak sesuai SOP tersebut, dibantah Ketua KPU Lombok Timur, M Junaidi.

Ia menyangkal itu, karena pada saat logistik dinaikkan ke semua truck dari gudang penyimpanan, diklaimnya dipantau langsung. Terhadap logistik yang kemasukan air pada saat distribusi ke Kecamatan Sembalun terutama logistik yang turun di Desa Sembalun Lawang, ia mengaku sudah menerima informasi dari Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Sembalun.

Ia mengaku belum mengetahui apa penyebab air masuk mengakibatkan kotak logistik rusak. Sehingga pihaknya berjanji akan turun ke Kecamatan Sembalun untuk melakukan klarifikasi kronologi, mengapa air masuk dalam proses distribusi logistik itu. Karena hal itu baru diketahui, pada saat logistik diturunkan. Karena tidak semua kotak suara basah dari 355 kotak tersebut.

“Kalau laporan yang saya terima itu 13 kotak yang basah. Kalau insiden ini terjadi diduga kelalaian SOP, tentu ini harus ada klarifikasinya,” jawabnya.

Kembali kata Junaidi, atas terjadinya insiden tersebut, pihaknya sudah meminta PPK untuk dilakukan Pleno melaksanakan pembukaan kotak, memeriksa apakah air sampai tembus kedalam surat suara dan logistik lainnya atau tidak. Apabila yang rusak hanya kotak saja, KPU akan langsung berangkat untuk menggantinya.

“Dari awal sudah kami sampaikan pada PPK, untuk senantiasa melaksanakan sesuai SOP. Termasuk yang ke Sembalun. Makanya kami akan mempertanyakannya kenapa ini bisa kena, kami ingin tahu penyebabnya,” kelitnya.

Menutunya, kejadian yang terjadi di saat distribusi ke Kecamatan Sembalun menjadi bahan evaluasinya, bagaimana proses distribusi berikutnya lebih cermat dan sesuai SOP. Pertama seperti alas, tutup terpal itu akan ditekankan.

“Terkait kejadian di Sembalun ini kita belum bisa simpulkan. Tapi ini menjadi perhatian kami untuk dilakukan klarifikasi,” tandasnya, dan untuk armada pengangkutan logistik ke semua Kecamatan dilakukan secara swakelola oleh PPK.

Terpisah, Koordinator Divisi (Kordiv) Sumber Daya Manusia dan Organisasi (SDMO) Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Lombok Timur, Johari Marjan, yang menerima informasi insiden masuknya air kedalam plastik pembungkus kotak suara mengakibatkan kotak suara rusak, langsung disikapi dengan turun ke Kantor Desa Sembalun Lawang, yang menjadi lokasi tempat penyimpanan logistik Pemilu.

Setelah dilakukan pengecekan langsung, menurutnya terkait kejadian itu ia melihat ada SOP yang dilanggar, dimana terindikasi saat pengangkutan tidak menggunakan penutup yang bagus sehingga terjadi kebocoran dan air masuk. Kemungkinan besar air masuk dari atas dan itu artinya ada SOP yang tidak dikerjakan secara utuh.

“Terhadap masalah ini, kami Bawaslu Lombok Timur akan melakukan saran perbaikan terhadap KPU terkait SOP transportasinya. Karena dari temuan, memang tidak menggunakan penutup yang bagus,” ucapnya.

Seperti apa pola yang harus dilakukan akan dikoordinasikan dengan KPU. Apalagi dengan kejadian itu, dengan kondisi kotak yang basah, ditambah lama transit di Desa, tentu kotak akan semakin lembab. Apalagi distribusi logistik ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) ini satu hari sebelum hari pencoblosan (14/2 red) sebab itu merupakan kardus yang potensi kerusakannya sangat besar. Berbeda dengan pemilu sebelumnya, kotak suara dan logistik ini menggunakan plat besi dan cukup aman.

“Kita akan terus pantau distribusi logistik ini, apakah masih ada yang terindikasi kuat tidak sesuai SOP atau tidak. Jika masih ada, jelas kami Bawaslu Lombok Timur, tetap akan mengambil tindakan sesuai regulasi yang ada dan sesuai kewenangan Bawaslu,” pungkasnya.(red)

50% LikesVS
50% Dislikes
Post Views : 309

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *