Di Lotim, Tak Ada Salat Tarawih di Masjid-Musala

F RAKOR scaled

MUHAMAD RIFA’I / RADAR MANDALIKA RAKOR : Bupati Lotim saat memimpin rapat koordinasi dengan semua camat, menghindari adanya aktivitas salat tarawih berjamaah di masjid dan musala, kemarin.

LOTIM – Bupati dan Wakil Bupati Lombok Timur (Lotim), memimpin rapat koordinasi dengan semua camat, di posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Diseases (Covid-19). Dalam rapat kaitan memasuk bulan Ramadan ini, Bupati tegaskan tidak ada kegiatan salat tarawih di masjid atau musala. Termasuk kegiatan buka bersama, tak diperbolehkan pemerintah. “Sepulang dari rapat ini, saya minta semua camat kumpulkan kepala desa, bahwa tidak ada salat tarawih di masjid atau musala,” tegas Bupati Lotim, HM Sukiman Azmy.

Terhadap masjid-masjid di semua desa yang masih belum mentaati prosedur protokoler Covid-19, sejak malam pertama ibadah tarawih pihaknya akan mempertebal pengawasan masjid dan musala. Tim dari TNI, Polri dan Satpol PP, akan mengawasi semua masjid dan musala yang ada.

Pihaknya juga akan menerapkan protokoler seperti di Mekah. Artinya, tidak ada alasan lagi masyarakat berdalih mengambil berkah dan afdolnya pelaksanaan ibadah di masjid. Sebab menjadi prioritas pemerintah adalah keselamatan rakyat. “Dapat dibayangkan, bila satu orang saja terkena virus dan membaur dalam salat tarawih itu, betapa repotnya pemerintah. Yang sekarang satu saja positif, harus trakcing contact begitu banyak, apalagi sudah positif lalu ikut salat jamaah tarawih,” tegas Sukiman lagi.

Menghindari adanya masyarakat yang diam-diam menunaikan salat tarawih berjamaah, camat diminta memerintahkan kepala desa untuk mengunci masjid. Kunci masjid juga dibawa langsung oleh kades. Terkecuali yang boleh dikumandangkan yakni azan, tarhim, membangunkan orang makan sahur dan salat subuh.

“Kurang apa imbauan dari Kementerian Agama (Kemenag) dan MUI,” katanya.

Kebijakan tegas lain diambil Sukiman. Ia menekankan para kades membuat lock down terbatas di desa dan kelurahan masing-masing menggunakan portal. Terutama sekali pada malam hari, pada jam-jam yang tidak memungkinkan ada masyarakat lalu lalang. “Khusus kota Selong, camat silakan koordinasi dengan Polsek dan Brimob, bagaimana mengatur lock down ini,” perintahnya.

Kaitan dengan masih adanya masyarakat yang menggunakan masjid untuk salat jumat, Sukiman menekankan semua camat, agar berkoordinasi dengan para tokoh agama dan masyarakat setempat. Sehingga, benar-benar tidak ada aktivitas salat Jumat, utamanya pelaksanaan ibadah salat tarawih. “Ada yang berpendapat dan minta diijinkan salat tarawih dengan protokoler covid. Tegaskan ke mereka, mau pakai masker dan disinfektan, katakan masjid dilock. Tidak ada alasan, masjid dan musala digunakan salat tarawih,” ujarnya.

Sementara itu, Dandim 1615 Lotim, Letkol inf Agus Prihanto Donny Pamungkas mengatakan, para camat diminta berkoordinasi dengan semua Danramil yang ada di wilayah masing-masing. Pihaknya juga meminta diberikan informasi, wilayah mana saja yang akan dipertebal penjagaannya. “Segera berikan kami data, wilayah mana saja yang harus dipertebal pengawasannya, untuk meminimalisir kegiatan salat tarawih,” pungkas Donny. (fa’i/r3)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Rekonstruski Kasus Pembunuhan di Narmada

Read Next

Sembuh Empat, Positif 38, Didominasi Asal Dompu

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *