Dewan Loteng Minta Pembangunan Desa Wisata Merata

f H M Sidik Maulana

BUYUNG/RADAR MANDALIKA H M Sidik Maulana

PRAYA – Anggota Komisi III DPRD Loteng, H M Sidik Maulana mengatakan, Melihat potensi wisata yang ada di wilayah utara Lombok Tengah khususnya wisata desa yang berada di bagian utara, dirinya saat ini telah memperkuat barisan pemuda yang nantinya berperan mengawal peningkatan desa wisata.
“Proyeksi ke depan untuk menyangga KEK Mandalika sebagai pusat wisata nasional harus diawali dengan memperkuat semangat para pemuda,” tegasnya.
Pihaknya sebagai perwakilan rakyat di wilayah utara tak ingin ketinggalan dengan pembangunan di wilayah selatan. Pasalnya, potensi alam dan sumber daya manusia di utara bagian Batukliang dan Batukliang Utara tak bisa diragukan. Hal itu terlihat dari bagaimana besarnya perjuangan masyarakat setempat dalam mempertahankan dan membuat pengembangan wisata di wilayah tersebut tetap eksis.
“Kita tahu SDA di utara ini kaya dan masih banyak potensi yang bisa dimanfaatkan. Salah satu caranya dengan bagaimana mengadvokasi para pemuda untuk merangsang animo mereka untuk merawat ataupun mengelola wisata setempat,” tutur Politisi PKS ini.
Untuk itu, dirinya melihat gerakan ini musti disupport peran pemerintah daerah secara maksimal. Dirinya juga sudah menggalakan diskusi dengan pengelola wisata khususnya para pemuda yang kedepannya akan berperan penting dalam pengembangan wisata di utara.
“Kita akan memancing minat mereka dulu. Kalau sudah ada semangat tentu kita tidak akan jadi penonton jika KEK ini sudah beroperasi nantinya,” katanya.
Ia berpikir, seandainya nanti wilayah selatan menjadi pusat kegiatan wisata, maka utara nantinya harus dapat menunjang sebagai titik peristirahatan para wisatawan maupun pekerja yang ada disana, dengan cara menikmati eksotisme dan kuliner yang ada di wilayahnya.
“Saat ini saya sudah targetkan sepanjang jalan di bagian aik bukak dan sekitarnya untuk membuat angkringan yang nantinya akan dibuat sebagai branding kuliner desa wisata di bagian utara,” sebutnya.
Ia menambahkan, saat ini banyak keluhan kades yang merasa dianak tirikan dengan objek pembangunan wisata di daerah selatan. Hal tersebut memang tidak bisa dipungkiri bahwa kondisi pembangunan wisata saat ini sangat jomplang. Artinya, mega proyek selalu berada di titik selatan, sedangkan utara tak kebagian apapun selain mengupayakan dengan keringat masyarakat setempat secara mandiri.
Untuk itu, dirinya melihat saat ini banyak masyarakat di bagian utara yang beranggapan bahwa mereka merasa dianaktirikan, karena saat ini mereka melihat tidak ada satupun mega proyek yang ditempatkan di wilayah utara. Hal ini tentu diasumsikan oleh masyarakat bahwa kesejahteraan mereka merasa diabaikan dengan tidak adanya mega proyek yang dikerjakan di wilayah utara.
Ia melanjutkan, dengan banyaknya masyarakat yang tidak tahu mega proyek ini datangnya dari pusat, seharusnya pemda dapat memprioritaskan arah pembangunan wisata di bagian utara.
“Saya sering usulkan hal ini ke Pemda. Masyarakat di bawah kan tidak paham pola penganggaran ini datangnya dari mana, yang mereka tahu duit masuk ke wilayahnya. Untuk itu Pemda harus berpikir agar bagaimana pembangunan di wilayah terlihat balance dan tidak menimbulkan kecemburuan sosial,” tuturnya. (buy)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

20 Persen Hotel Masih Tutup

Read Next

Nyongkolan di Gemel, Kadus Sampai Camat Dipanggil Polisi

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *