SUARA: Munawir Haris dan Dr. Syamsuriansyah. (WINDY DHARMA/RADAR MANDALIKA) 

LOBAR—Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lombok Barat (Lobar) mengingatkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lobar untuk menganggarkan bonus atlet Lobar peraih medali di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB lalu. Hal itu disampaikan saat melontarkan interupsi di tengah suasana sidang paripurna Jawaban Kepala Daerah atas Pandangan Fraksi terkait Rancangan Peraturan Daerah Perubahan APBD 2026 di DPRD, Jumat (11/9).

Jerih payah atlet Lobar meraih medali emas, perak, dan perunggu harus diapresiasi. Sebab, untuk memperoleh itu tidak mudah dan di baliknya ada usaha keras yang dilalui.

“Kemarin kita punya atlet yang luar biasa di Lombok Barat. Ada yang meraih medali emas, perak, perunggu, termasuk ofisial. Itu tentu membawa harum nama Lombok Barat. Kita harus apresiasi terhadap atlet-atlet kita yang berjuang di Porprov kemarin,” ujar anggota DPRD Lobar, Munawir Haris, dalam interupsinya.

Sayangnya, melihat porsi pada RAPBD Perubahan itu, anggaran KONI untuk bonus atlet tidak dicantumkan. Hal tersebut membuat politisi PAN itu mengingatkan agar apresiasi tersebut dianggarkan. Terlebih berkaca dari daerah lain, seluruh atlet peraih medali sudah memperoleh bonus. Hal ini menjadi penyemangat para atlet menyongsong PON 2028 mendatang.

“Minimal kita Lombok Barat di APBD Perubahan ini clear. Mohon maaf, menghadapi PON 2028 atlet-atlet Lombok Barat ini semangat membawa nama harum kabupaten tercinta kita ini,” imbuhnya.

Hal senada juga disampaikan anggota DPRD Lobar lainnya, Dr. Syamsuriansyah. Pria yang juga aktif sebagai Wakil Ketua Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) KONI Lobar tersebut mengungkapkan bahwa anggaran bonus atlet itu sudah disepakati saat rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD Lobar dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

“Cuma memang ada miss ya, karena harusnya tadinya masuknya ke hibah KONI, ternyata anggaran itu masuk di Dinas Parekrafpora,” ungkap Dr. Syam.

Meski tidak mempermasalahkan penempatan anggaran bonus atlet itu, namun Dr. Syam mengingatkan dinas untuk tidak mengklaim anggaran itu menjadi anggaran khusus dinas. Sebab, itu menjadi hak para atlet.

“Itu anggarannya dari pemerintah daerah untuk atlet. Memang nanti yang akan menyerahkan tentu pemerintah daerah dan KONI. Enggak bisa dia terpisah itu. Namanya anggaran itu ya dari pemerintah daerah, ya tentu adalah kolaborasi antara pemerintah daerah eksekutif dan legislatif,” paparnya.

Rencananya pemberian bonus itu akan dilakukan selepas pengesahan APBD Perubahan yang ditargetkan selesai 30 September 2026. Menurutnya, nominal bonus itu akan menyesuaikan dengan kemampuan daerah, dan tetap memperhatikan kelayakan untuk para atlet.

“Tentu kemampuan daerah kita dalam memberikan financial support kepada teman-teman atlet kemarin sangat kita dukung, dan kita berharap memang ke depannya di anggaran berikutnya dalam rangka persiapan Pra-PON, kita akan menambah anggaran untuk persiapan itu untuk atlet kita di Kabupaten Lombok Barat. Namun demikian, kami pastikan bahwa anggaran untuk atlet yang berprestasi kemarin yang sudah membawa nama harum Kabupaten Lombok Barat, kami siap untuk diberikan bonusnya setelah pengedokan anggaran di tahun 2026 ini,” pungkasnya.

Menanggapi hal itu, Asisten III Setda Lobar, H. Fauzan Husniadi, memastikan pemda sudah menganggarkan bonus atlet berprestasi Porprov. Anggaran itu tidak menjadi hibah KONI Lobar, namun ditempatkan di anggaran Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda, dan Olahraga (Disparekrafpora) Lobar.

“Sudah dianggarkan, masuk di Disparekrafpora,” terang Fauzan.

Meski tidak menyebutkan berapa besaran nominalnya, Fauzan memastikan bonus itu tetap melihat kelayakan untuk diberikan.
“Yang pasti sangat layak,” pungkasnya. (Win)

By Radar Mandalika

Mata Dunia | Radar Mandalika Group

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *