Dewan dari Fraksi Golkar Setuju Bentuk Pansus

unnamed 1

L Rumiawan

PRAYA— Wakil Ketua DPRD Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) dari Fraksi Golongan Karya (Golkar), Lalu Akhmad Rumiawan angkat bicara terkait fantastisnya anggaran pencegahan dan penanganan Corona Virus Disease (Covid-19) yang digelontorkan Pemkab Loteng.

Menurut Rumiawan, terhadap adanya rencana sejumlah rekan-rekan dewan yang ingin membentuk Panitia Khusus (Pansus) sebagai upaya untuk pengawasan anggaran Covid-19. Menurutnya sah-sah saja namun mesti harus melihat situasi yang terjadi sekarang ini. Artinya, uregensi dari Pansus itu, bagian dari kajian pihaknya di dewan. Yang jelas, baginya terkait pengawasan, itu merupakan salah satu fungsi dari DPRD.

“Apakah Dewan akan membentuk Pansus anggaran penanganan Covid-19, itu semua tergantung situasi. Karena apapun bentuknya, fungsi pengawasan harus bisa berjalan,” kata Rumiawan, beberapa hari lalu.

Rumiawan menegaskan, mau Pansus atau apapun namanya,  semua memungkinkan DPRD untuk mengklarifikasi setiap anggaran yang dikelola oleh Pemkab. Jadi baginya, jika diperlukan dan dorongan masyarakat sangat masif agar dibentuk Pansus, tidak ada masalah juga. Yang terpenting, apa yang menjadi kewenangan dewan bisa berjalan sesuai yang diharapkan masyarakat. Selain itu, diakuinya sejauh ini terkait anggaran Covid-19 itu dan ketentuan yang ada, hingga saat ini pihaknya di dewan belum menerima laporan. Artinya, apa yang sudah dilaksanakan dan sedang dilaksanakan dengan anggaran yang ada, belum disampaikan Pemkab ke dewan.

“Kita masih minim tahu soal anggaran dan segala ketentuan yang ada. Dan sejauh ini kami di dewan belum menerima laporan terkait apa yang sudah dan sedang dilakukan Pemkab,” singgungnya.

Padahal dalam ketentuan yang ada lanjut dewan dua periode ini, Pemkab harus menyampaikan setiap pengeluaran anggaran ke pimpinan DPRD sebagai dasar. Selebihnya, refocusing anggaran akan tertuang saat pembahasan APBD. Karena tidak ada salahnya anggaran perubahan dilakukan berkali-kali.

“Perubahan itu kan tidak hanya sekali saja, terlebih dalam situasi saat ini. Artinya, pelibatan DPRD sebagai lembaga yang ikut andil menetapkan anggaran berfungsi selaras dengan fungsi pengawasan,” jelasnya.

Senada juga disampaikan anggota Fraksi Golkar lainnya, Lalu Muhamamd Akhyar kepada Radar Mandalika, belum lama ini. Sekretaris Komisi I DPRD Loteng ini memandang, sangat menarik jika Pansus itu dibuat. Sebab, dari pandangan rekan-rekan fraksi atau rekan-rekan dewan yang lain, mengenai anggaran Covid-19 terutama soal pengadaan masker, sampai saat ini belum ada pintu bagi pihaknya untuk meminta klarifikasi ke eksekutif. Makanya melalui Pansus itu sangat pas untuk diketahui bersama. Masyarakat kata Akhyar, akhir-akhir ini sudah banyak yang bertanya kepada dewan selaku wakil mereka. Itu ia ketahui ketika dirinya dan rekan-rekan dewan lainnya melangsungkan reses beberapa hari lalu. Sehingga baginya, apa yang bakal ditempuh rekan-rekan dewan di beberapa fraksi untuk membentuk Pansus itu, sah-sah saja. Karena itu berkaitan dengan transparansi. Terlebih, disisi lain penanganan Covid-19 kini menjadi perhatian publik karena angka yang terpapar terus menunjukkan pertumbuhan.

 “Ya wajar saja masyarakat bertanya-tanya soal anggaran Covid-19 ini. Dananya besar tapi angka penularannya semakin hari menunjukkan penambahan setiap hari,” pungkas Ketua PAC Partai Golkar Prabar ini. (tar)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Banggar-TAPD Rapat Bahas Anggaran Covid-19

Read Next

Ferdi Tunggu Perintah dari Bodak

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *