banner 300x600

Dewan Berharap KUR Bisa ke Petani

  • Bagikan
FRIFAI
BUYUNG/RADAR MANDALIKA Ahmad Rifai

PRAYA –  Anggota DPRD Lombok Tengah, Ahmad Rifai mengatakan, khusus petani tembakau di Kecamatan Janapria sejak tahun 2019 dan 2020 dipastikannya rugi total. Hal ini disebabkan factor cuaca, modal dan harga yang turun tajam.

Diceritakannya, untuk membiayai penanaman tembakau para petani, selama ini kebanyakan harus melakukan pinjaman dengan bunga besar. “Dari 70 persen petani tembakau di Lombok Tengah permasalahannya ini terus setiap tahunnya, mau tidak mau mereka meminjam modal dengan jumlah besar,” ungkapnya pada Radar Mandalika, Rabu, (4/11) kemarin.

banner 300x600

Politisi PKS ini berharap, pihak bank khususnya BRI sebagai bank Negara yang mengelola dana KUR dapat memberikan kemudahan untuk peminjaman seperti tahun sebelumnya kepada petani tembakau.

“Dulu cukup membantu dengan jaminan BPKB ataupun SPPT untuk dapat diberikan pinjaman oleh pihaknya bank,” ceritanya.

 Saat ini dirinya melihat persyaratan untuk dapat memijam di bank cukup berat, yakni minimal memiliki usaha kecil baru dapat mengajukan pinjaman.  

Menurut dia, kendala tidak berjalannya kembali program KUR dari BRI ini sepengetahuannya.

  Kemudian, untuk menanam tembakau para petani ini membutuhkan cuaca yang panas, sedangkan semenjak tahun lalu cuaca sering hujan yang berpengaruh pada kualitas tembakau para petani, dan menyebabkan harga tembakau rusak.

Pada tahun 2019 harga tembakau di PT. Djarum itu tembus sampai 4,7 juta per kuintal untuk kualitas super kelas satu, kelas dua berkisar 4,3 juta dan terendah itu 3 juta. Dan saat ini untuk harga tertinggi Djarum memberikan harga 4,5 juta per kuintal dan inipun sulit didapatkan oleh petani. Terkait turunnya harga tembakau hanya pihak Djarum yang tahu, dirinya menduga faktor kenaikan harga cukai bisa jadi mempengaruhi turunya harga tembakau.

 “Kita di dewan ngak bisa intervensi kalau masalah harga ini, ranahnya sudah di pusat,” pungkasnya.(buy)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *