Cerita Duda Anak Satu yang Berhasil Menikahi Wanita Berparas Cantik Asal Lotim

F Bok scaled

BUYUNG/RADAR MANDALIKA JODOH: Pasangan Yudi dan Helmi foto sembari menunjukkan maskawin sandal jepit, Sabtu kemarin.

Dua Kali Gagal, yang Sekarang Maunya Maut Memisahkan

Nama Lombok akhir-akhir mendadak makin terkenal. Semua itu gara-gara keunikan, keanehan yang berhasil menyedot perhatian banyak orang. Khususnya di dunia media social (Medsos). Terbaru datang dari pengantin baru di Desa Beraim, Kecamatan Praya Tengah, Lombok Tengah. Seperti apa?

BUYUNG-LOMBOK TENGAH

MENIKAH pada Jumat malam, 3 Juli 2020. Pasangan Iwan Firman Wahyudi, 25 tahun dan Helmi Susanti, 20 tahun melangsungkan proses akad nikah dengan lancar. Tapi saat proses ijab kabul, Yudi panggilan sang suami, harus mengulangi lantaran salah dalam menyebut maskawin yang diberikan untuk istri sahnya.

Adapun maskawin diminta sang istri, Helmi panggilannya. Cukup aneh. Sepasang sendal jepit merek sky way. Belum lagi ditambah dengan segelas air putih yang langsung diminum usai sah proses ijab Kabul dilakukan.

Berawal dari sini, kemudian banyak warga dan rekan Yudi yang mengabadikan bahkan memvideokan proses akad nikah tersebut. Setelah beredar video dan foto di media social, mendadak viral dan menjadi buah bibir warga net.

Hujan komentar pun muncul dari warga net. Ada yang memberikan ucapan selamat, ada juga yang memberikan komentar negative. Lebih khusus secara fisik si perempuan cukup bening. Sementara sang suami, dengan kondisi kulit hitam manis. Ini lantas membuat para warga net dengan bebas memberikan komentar dari postingan siapa saja.

Penasaran dengan yang lagi viral, tim Radar Mandalika pun turun gunung mencari tahu fakta sesungguhnya. Hasilnya banyak cerita menghebohkan dan orang banyak tidak tahu.

Yudi yang merupakan pria warga Dusun Sendong I, Desa Beraim, Kecamatan Praya Tengah berhasil membuat gempar penduduk warga net. Bahkan sampai-sampai jadi berita media nasional, tv khususnya.

 Kepada wartawan, Yudi menceritakan awal mula dia mengenal sang istri. Dengan santai, pria berkumis tipis ini menceritakan sampai dia bisa memiliki Helmi.

Awal Yudi mengenal Helmi via media social facebook, sekitar tahun 2017. Saat itu posisi Helmi di Saudi Arabia menjadi TKW. Kurang lebih tiga tahun lamanya, keduanya hanya bisa komunikasi via udara. Bahkan jelang pulang ke kampung halaman Helmi mendadak hilang kontak dengan Yudi sekitar akhir 2019.

Tidak lama, Helmi sempat menulis status di facebook yang menunjukkan seolah-olah dia berada di Lombok. Yudi pun mulai kontak Helmi sembari menawarkan job atau pekerjaan.

  “Saya berprofesi sebagai youtuber ini mulai kenal dengan sang istri, semenjak saya mengunggah video Untung Jayadi di akun youtube saya,” ceitanya.

Tak lama kemudian, Yudi yang saat itu mencari model untuk lipsing konten video youtubenya mendapati si istri Helmi yang bersedia. Helmi pun menawarkan diri untuk menjadi model lipsing video sasak tersebut. Semakin hari benih cinta mulai tumbuh saat bertemu di Tetebatu pertama kali. Tak lama berkomunikasi, Helmi pun meminta dinikahi Yudi.

“Saya pernah nikah, di istri pertama dari Pejanggik dapat satu anak. Istri kedua dari Desa Jago tidak dapat anak, karena hanya beberapa bulan saja,” ungkapnya.

Yudi menyempatkan diri membeberkan awal dia cerai dengan istri pertama. Perceraian pertama dimulai karena sang istri meninggalkan dirinya ke Negeri Jiran, Malaysia tanpa meminta izin dari sang suami. “Mantan istri pergi saat anak masih berumur enam bulan, dan parahnya lagi saat pulang mantan istri sudah berbadan dua dan saya ceraikan langsung,” ceritanya.

Sementara anak dari hasil pernikahan pertama masih di rawat oleh mertuanya sekarang. Setelah jeda satu bulan bercerai, Yudi langsung mencari penggantinya. Hasilnya ada, pacaran sehari dia berhasil meluluhkan perasaan gadis asal Desa Jago, Kecamatan Praya dan langsung dibawa lari.

Namun hubungannya dengan istri kedua juga tidak lama. Sebab mantan istri kedua sering sekali ketika ada masalah mengadukan kepada orang tuanya. Bahkan sering pulang tanpa pemberitahuan. Ini dasar Yudi mencerikan mantan istri.

Pisah beberapa bulan kemudian, Yudi baru menikahi istri ketiganya Helmi. Sementara mas kawin yang diminta oleh sang istri hanya sepasang sendal jepit yang dibelinya seharga Rp 10 ribu, dan segelas air putih.

Tapi sebelum akad, sama halnya cerita cinta Romeo dan Juliet, perjalanan cinta Yudi dan Helmi juga menemukan karang tajam. Kendati ada masalah dapat dilalui keduanya dengan suka cita. Yudi bercerita, pada saat meminta restu orang tua Helmi, pihaknya ditolak mentah-mentah karena orang tua sang istri mungkin melihat kondisi ekomomi. Bahkan pada saat acara akad nikah, pihak keluarga Helmi tidak hadir. Melainkan sudah menyerahkan wali.

“Biasa lah zaman sekarang,” ujarnya.

Sementara sang istri, Helmi mengaku tak mau ambil pusing dengan cara pandang keluarganya. Sebab anak bungsu dari lima bersaudara ini, sangat serius dengan keputusan ingin dinikahi Yudi, bahkan rela dengan maskawin seadanya.

 “Yudi itu sosok penyayang, bertanggung jawab dan berpengalaman, siapa tau bisa mendidik keluarga kedepannya, itu yang membedakan Yudi,” kata Helmi sembari tertawa malu-malu.

Namun diakhir wawancara, Helmi mengaku jika pernah menikah saat dia masih duduk di bangku SMP/MTs. Saat itu dengan mantan suami warga Desa Jurit, Kecamatan Pringgasela, Lombok Timur, Helmi menikah memperoleh anak satu. Dengan kondisi hamil Helmi pun ditinggal suami.

Tak lama anak lahir, beberapa bulan jaraknya. Helmi memutuskan diri menjadi TKI/TKW tujuan Saudi Arabia. Kurang lebih tiga tahun lamanya di sana. Hasil tipis karena majikannya kejam dan menahan gaji ketika dia ada pelanggaran.

“Makanya saya kabur pulang,” cerita dia.(*)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

PAW, Samsul Arizal Gantikan Sadrah

Read Next

Golkar NTB Menunggu Nahkoda Baru

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *