IST/RADAR MANDALIKA BERSAMA: Suasana perayaan Maulid Nabi Muhammad di Desa Lembuak Kecamatan Narmada, Sabtu (8/10).

Gelar Tradisi Lembuak Bersalawat

 

 

 

Seluruh muslim di dunia memperingati Hari Maulid Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam (SAW) setiap 12 Rabiul Awal yang jatuh 8 Oktober 2022. Tidak terkecuali yang dilakukan Warga Desa Lembuak Kecamatan Narmada dengan mengelar Shalawat.

 

 

WINDY DHARMA-LOBAR

 

 

BIASANYA umat Muslim di berbagai daerah menggelar tradisi atau peringatan, mulai dari membaca salawat, membaca sejarah Nabi. Hingga kegiatan budaya lainnya. Masing-masing daerah pun memiliki cara dan tradisi berbeda untuk memperingati Maulid Nabi.

Di Desa Lembuak, Kecamatan Narmada misalnya, peringatan Maulid Nabi atau Maulid Agung dilaksanakan selama dua hari sejak hari Jum’at (7/10). Mengusung tema “Meneladani Nabi Muhammad SAW melalui Gerakan Cinta Masjid”. Peringatan Maulid Nabi ini dimaksudkan sebagai wujud kecintaan masyarakat Desa Lembuak dalam merayakan kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Peringatan Maulid Agung tahun ini juga dirangkai dengan selamatan Masjid Nurul Mu’min Lembuak. Bertempat di Masjid Nurul Mu’min yang sudah berdiri  sejak para leluhur sekitar tahun 1.600 M. Bahkan  disinyalir dibangun oleh pembawa agama islam dari Palembang yang kemudian menyebar keseluruh penjuru nusantara dan salah satunya ke Pulau Lombok.

 

Ketua Yayasan Masjid Nurul Mu’min Lembuak, H. Rachman Sahnan Putra mengatakan, pelaksanaan Maulid Agung di Desa Lembuak ini dulu selalu dilaksanakan oleh masyarakat. Akan tetapi sejak tahun 1975 kegiatan ini tidak pernah dilaksanakan lagi seiring dengan modernisasi zaman.

Atas dasar kesepakatan bersama para tokoh agama, tokoh masyarakat, pengurus masjid, dan masyarakat, mulai tahun ini peringatan Maulid Nabi atau Maulid Agung akan terus dilaksanakan kembali.

 

“Melalui Pelaksanaan Maulid Agung ini kita ingin menghidupkan kembali adat budaya yang bersendikan agama, dan agama bersendikan kitabullah dan sunnah. Artinya, setiap adat dan budaya yang berkembang di masyarakat hendaknya linier atau mengacu kepada ajaran-ajaran agama Islam yang dibawa oleh Nabi Besar Muhammad SAW dengan mengimplementasikan isi dan kandungan kitab suci Alqur’an Nul Karim dan Sunnah Rasulullah,” terang Rachman.

“Kita juga berharap kegiatan ini dapat meningkatkan soliditas dan rasa kebersamaan masyarakat yang mulai luntur dengan perkembangan modernisasi zaman,” lanjutnya menambahkan.

 

Peringatan Maulid Agung diawali dengan kegiatan pawai “Lembuak Bersholawat”. Dimana semua komponen masyarakat, mulai dari anak-anak, remaja, masyarakat umum dan tokoh agama serta tokoh masyarakat mengelilingi Desa Lembuak sambil melantunkan sholawat sepanjang jalan.

Selanjutnya, para tokoh agama dan masyarakat melakukan Selakaran Massal yang dilaksanakan ba’da sholat magrib sampai masuknya waktu isya di Masjid Nurul Mu’min Lembuak. Selakaran atau melantunkan zikir dan sholawat Nabi Muhammad SAW secara bersama-sama ini dimaksudkan untuk meningkatkan ketaqwaan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala serta kecintaan masyarakat kepada baginda Nabi Muhammad SAW.

Setelah shalat Isya, kegiatan dilanjutkan dengan Pentas Seni oleh remaja masjid dan ditutup dengan pembacaan kayat/kesah atau hikayat/syair dengan cara menembangkan kemudian diikuti terjemahan dan penafsiran.

Pembacaan kayat/kesah ini dilakukan oleh 4 orang dengan membaca lontar yang menceritakan perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW dengan bahasa sansekerta yang kemudian diterjemahkan dengan menggunakan bahasa sasak. Pembacaan kayat/kesah ini berlangsung sampai jam 24.00.

 

Peringatan Maulid Agung di Desa Lembuak juga dirangkai dengan berbagai kegiatan sosial seperti bazar subuh gratis, pemeriksaan kesehatan gratis, khitanan (sunatan) massal, dan ngurisan (potong rambut).

Sebagai puncak dari semua rangkaian acara peringatan Maulid Agung dan Selamatan Masjid Nurul Mu’min Lembuak adalah kegiatan Khataman Al Qur’an, pembacaan sejarah Masjid Nurul Mu’min Lembuak dan penyampaian filosofi Maulid Agung dan Hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW dan ditutup dengan Roah Namatan.

Dikatakan Rachman, seluruh kegiatan dipusatkan di Masjid dengan tujuan agar masyarakat lebih mencintai masjid dengan meneladani Nabi Muhammad SAW yang pada akhirnya diharapkan masyarakat berduyun-duyun memakmurkan masjid.

“Pemusatan kegiatan di masjid juga bertujuan menjadikan masjid bukan hanya sebagai pusat peribadatan tapi juga menjadikan masjid sebagai pusat peradaban, pusat belajar dan informasi serta masjid sebagai pusat aktifitas masyakakat,” jelasnya.

 

Kegiatan ini mendapat respon positif dari masyarakat. Hal itu terlihat dari antusias dan partisipasi masyarakat dalam setiap tahapan kegiatan.

“Kita berharap ketika tahun depan dilaksanakan lagi sudah dilakukan perbaikan dan penyempurnaan sehingga kegiatan ini bisa menjadi even tahunan pemerintah Desa Lembuak dan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat dalam rangka melestarikan kearifan lokal masyarakat,” pungkas Rachman.(*)

50% LikesVS
50% Dislikes
Post Views : 431

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *