PRAYA — Pemerintah Kecamatan (Pemcam) Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah, melakukan sosialisasi inovasi PRILAKU JUMAT (Pringgarata Layak Dikunjungi Hari Jumat) dan peresmian pojok bermain ramah anak sebagai tempat layanan ramah anak, yang dirangkai senam zumba.

Bertempat di kantor camat setempat, Jumat (6/10/2023), sosialisasi inovasi Prilaku Jumat dan peresmian pojok bermain ramah anak ditandai pemotongan pita oleh Camat Pringgarata, H. Masnun. Acara ini juga dihadiri Kapolsek Pringgarata, AKP Sulyadi Muchdip, sejumlah kepala desa, dan pihak terkait lainnya.

IMG 20231006 094321 1
PERESMIAN: Camat Pringgarata, H. Masnun memotong pita sebagai tanda peresmian pojok bermain ramah anak sebagai tempat layanan ramah anak di kantor camat, Jumat (6/10/2023). (Razak/Radar Mandalika)

Camat Pringgarata, H, Masnun mengungkapkan, pihaknya memiliki inovasi Prilaku Jumat. Inovasi ini untuk menindaklanjuti Peraturan Bupati (Perbup) terkait Sistem Inovasi Daerah (Sinovac). Bahwa dalam satu setahun setiap lembaga atau kantor/badan di Lombok Tengah harus membuat inovasi minimal setiap tahun.

“Termasuk lah kita kantor camat, karena kita salah satu kantor yang melayani masyarakat. Oleh karena itu kita mencoba membuat inovasi, salah satunya adalah Prilaku Jumat (Pringgarata Layak Dikunjungi Hari Jumat),” katanya pada Radar Mandalika.

IMG 20231006 094037
Camat Pringgarata, H. Masnun. (Razak/Radar Mandalika)

Dikatakan, inovasi Prilaku Jumat ini yang ditampilkan dan dipresentasikan di liga Sinova. “Kita sudah ikut penilaian. Salah satu yang kita ambil sebagai inovasi kita adalah Prilaku Jumat, yang merupakan bagian dari pada inovasi Sinova,” kata Masnun.

Dia menerangkan, inovasi Prilaku Jumat ini berupa pembagian makanan gratis bagi masyarakat pemohon layanan di kantor camat, pada hari Jumat minggu pertama. Dan, kegiatan gotong-royong ke desa di hari Jumat minggu ketiga.

“Awalnya kita rancang, uji coba-nya Januari, Februari, Maret 2023. Tiga bulan itu bagus. Kita evaluasi triwulan satu, triwulan dua. Setelah kita evaluasi lalu kita sudah melakukan survei SKM (Survei Kepuasan Masyarakat). Dan, Alhamdulillah hasilnya di atas 90 tingkat kepuasan masyarakat dari 20 responden yang kita berikan angket,” ungkap Masnun.

Dia menerangkan, melalui program ini masyarakat bisa terlayani dengan cepat dan tepat serta pelayanan publik secara gratis. Disamping itu, juga waktu yang dibutuhkan cukup singkat.

“Ini salah satu usaha teman-teman untuk meningkatkan kualitas layanan. Kita melayani di sini bisa cetak KK (Kartu Keluarga), bisa foto dan cetak KTP di kantor camat. Dan, itu semua bebas biaya alias gratis,” jelas Masnun.

Selain itu dalam rangka mendukung Kabupaten Lombok Tengah menjadi Kabupaten Layak Anak (KLA), pihaknya juga telah menyediakan tempat pojok bermain ramah anak yang baru diresmikan di kantor camat. Tujuannya untuk layanan ramah anak.

“Kita coba sediakan tempat, jangan sampai anak-anak ini berbaur dengan orang-orang yang di tempat pelayanan itu ada orang batuk, kemudian ada orang merokok, sehingga kita siapkan tempat. Jadi, ketika bapak ibunya membutuhkan layanan maka anaknya tidak perlu dibawa ke tempat layanan, cukup di tempat bermain,” terang Masnun.

“Selain itu juga, bahwa kita mendukung kabupaten ramah anak itu harus didukung dengan kecamatan ramah anak,” tambahnya.

Kemudian dalam rangka Smart City atau kota pintar, katanya, pihaknya sudah membentuk humas untuk menyampaikan informasi atau mempromosikan berbagai kegiatan yang dilakukan pemerintah kecamatan melalui media sosial, seperti facebook, instagram, twitter. Sehingga masyarakat melalui itu bisa menyampaikan kritik, masukan atau saran mengenai sesuatu hal.

“Itu dalam rangka kita mendukung Kabupaten Lombok Tengah menjadi kabupaten kota pintar (Smart City). Jadi, tidak harus datang ke kantor camat, bisa saja menyaksikan lewat media sosial,” kata Masnun.

Lebih lanjut diungkapkan, pihaknya sekarang ini sedang mengikuti lomba penilaian evaluasi kinerja pelayanan publik tingkat provinsi NTB. Dalam lomba tersebut Lombok Tengah diwakili Kecamatan Pringgarata, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Praya, dan Dinas Sosial. Nantinya ada kunjungan lapangan dari tim penilai provinsi.

“Di situ semua kita diminta upload dokumen, antar lain ada dokumen seperti kegiatan-kegiatan tadi (yang dilakukan pada Jumat pekan kemarin, red) kemudian dokumen standar pelayanan. Kemudian ada dokumen-dokumen yang lainnya misalnya jenis-jenis layanan apa saja yang diberikan di sini (Kantor Camat Pringgarata), kemudian inovasi-nya ada ndak,” beber Masnun.

Supaya sejalan, pihaknya meminta kepada kepala desa untuk mampu membuat inovasi dan kreatifitas di tingkat desa. Seperti misalnya, sebut dia, yang sudah menonjol di Kecamatan Pringgarata ada Desa Bilebante.

“Desa Bilebante dengan ikon pasar pancingan-nya mampu mengait tamu-tamu dari luat dan itu sudah mendapatkan nilai ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.

Pihaknya berharap desa-desa yang ada di Kecamatan Pringgarata agar terus berinovasi dalam memberikan layanan publik pada masyarakat. Kemudian nanti paling tidak perputaran ekonomi di desa bisa menghasilkan pendapatan asli desa (PADes).

“Kemudian Desa Sintung misalnya, sudah dibuatkan Sintung Park, kemudian sudah mencoba menjadi desa cerdas (desa pintar). Jadi desa yang lain kita harapkan menjadi desa pintar,” katanya.

Pihaknya pun meminta doa serta dukungan masyarakat dan semua pihak terkait dengan harapan agar layanan publik di Kecamatan Pringgarata tetap terbaik dengan tim inovator yang ada.(zak)

50% LikesVS
50% Dislikes
Post Views : 417

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *