Bupati Lobar Larang Sekolah Tatap Muka

F Sekolah 1

DIKI WAHYUDI/RADAR MANDALIKA PROKES: Dua orang pelajar di Lombok Tengah menggunakan masker naik ojek.

LOBAR — Bupati Lombok Barat (Lobar) H Fauzan Khalid kembali menegaskan tak boleh ada sekolah yang menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) selama PPKM yang digelar di Lobar. Menyusul masih ada 11 sekolah yang dibiarkan menggelar PTM oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lobar. Terlebih Lobar status masih zona merah penyebaran covid-19. Serta sudah ada surat edaran agar seluruh sekolah di Lobar mengelar Belajar Dari Rumah (BDR). “Kan sudah saya putuskan tidak boleh ada yang buka. Kalau ada yang buka tanyakan kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud),” tegas Fauzan yang dikonfirmasi, kemarin.
Ia meminta adanya kesadaran bersama di tengah kondisi pandemi ini. Sebab pihaknya tidak bisa memberikan sanksi bagi sekolah swasta yang melanggar. Mengingat pemberlakuan PPKM yang tengah diterapkan, apalagi Lobar masuk status level 3.
“Beda dengan sekolah negeri kalau ada yang buka bisa kita kasih sanksi,” ujarnya.
Menurutnya penyebaran covid ini tidak memandang sekolah itu negeri atau swasta. Sehingga harusnya tak ada sekolah yang mengelar tatap muka ditengah kondisi Lobar zona merah.
Sementara itu, Kepala Dikbud Lobar, H Nasrun mengaku dari 11 sekolah itu sudah ada yang ditutup sesuai hasil evaluasi pihaknya. Memang SK izin untuk tatap muka 11 sekolah itu belum dicabut. Namun pihaknya tetap melakukan evaluasi.
“Tergantung situasi di sekolah karena 11 sekolah ini sudah teruji. Kalau setelah kita evaluasi bisa mempertahankan (protokol kesehatan) dan baik tidak terjadi apa-apa mengapa tidak. Tetapi ada beberapa SMP dari 11 sekolah itu sudah kami tutup, ada-ada gejolak dikit lebih baik ditutup,” terang Nasrun.
Meski demikian tidak menutup kemungkinan 11 sekolah itu ditutup semuanya. Sebab sejauh ini pihaknya masih terus turun melakukan evaluasi. Disebutnya dari 11 itu, baru SMPN 1 Lembar dan SMP 2 Lingsar yang sudah ditutup sesuai hasil evaluasi. Selain beberapa SD. Pihaknya pun sudah mengimbau kepada seluruh sekolah di Lobar untuk memilih mengelar BDR. Baik BDR secara Luar Jaringan (Luring) dengan mengambil tugas ke sekolah dan pulang. Atau BDR Dalam Jaringan (Daring). Dimana untuk sekolah yang tak terjangkau daring, bisa mengelar luring dengan memberikan tugas kepada siswanya dan mengambil tugas ke sekolah lalu pulang. (win)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Kasus Stunting Tertinggi Ditemukan di Puskesmas Janapria

Read Next

CPMI Diminta Manfaatkan AKAD-AKL

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *