Bawaslu Kembali Ungkit DPT Bermasalah

f AA L Fauzan Hadi

BUYUNG/RADARMANDALIKA Lalu Fauzan Hadi

PRAYA – Untuk kesekian kalinya,  Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Lombok Tengah mengungkit daftar pemilih tetap (DPT) yang dinilai bermasalah. Terbaru, Bawaslu mengungkit soal DPT jelang pleno rekapitulasi tingkat kabupaten.

Kordiv Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga, Bawaslu Loteng, Lalu Fauzan Hadi mengungkapkan, temuan di wilayah yang sama, yakni Ketua KPPS di Desa Penujak, Kecamatan Praya Barat sendiri tidak masuk di-DPT dan terdeteksi 140 pemilih yang sudah dicoklit juga tidak masuk DPT. Dia mengetahui informasi tersebut berkat bantuan dari kader pengawasan yang tergabung dalam kampung pengawasan.

“Ini kontribusi temen-temen di kampung pengawasan,” ungkapnya pada Radar Mandalika di kantor Bawaslu, Selasa (15/12) kemarin.

Katanya, jika ketua KPPS sudah tidak masuk DPT, artinya kacau pendataannya kemarin. Dijelaskan, ketua KPPS dan beberapa pemilih yang tidak terdaftar di DPT saat ini, bukan berarti tidak masuk dalam pemilu tahun lalu. “Padahal mereka ikut memilih di pemilu yang lalu,” sebutnya.

Pihak KPPS sendiri malah bertanya kenapa data yang sudah mereka lakukan coklit kemarin ujung-ujungnya tidak masuk DPT. “Memang kalau di bawah proses coklit ini sudah dipastikan. Tetapi kemungkinan sistem Sidalih ini yang bermasalah,” sebutnya.

Menurut Ojal, KPU sendiri terlalu percaya dengan penggunaan sistem sidalih, yang nyatanya di lapangan penggunaan sistem ini tidak sesuai dengan harapan. “Jadi pertanyaan kenapa jumlah DPT kita berkurang kemarin, ternyata terjawab saat ini,” katanya jelas.

Untuk sementara, kenapa jumlah DPT berkurang saat ini pihaknya belum mengetahui titik permasalahannya ada dimana. Namun, ada indikasi permasalah DPT ini terjadi akibat sistem sidalih yang digunakan KPU dalam pemilu saat ini.

Bawaslu dalam pleno besok (hari ini, Red) akan menyampaikan beberapa temuan selama proses pemilu dilakukan.  Oleh karena itu, sangat aneh jika KPU Loteng mengatakan proses coklit saat ini jauh lebih baik dari pemilu sebelumnya.

 “Sekarang terjawab dengan fakta di lapangan. Jadi kita juga pertanyakan kinerja KPU saat melakukan pemuktakhiran data pemilih,” sentilnya.

“Jadi bukannya tambah muktakhir malah tambah rusak. Artinya orang yang sudah terdaftar dulu kok sekarang tidak masuk DPT,” tanya dia.(buy)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Dewan Tak Setuju Larangan Perayaan Tahun Baru

Read Next

Partisipasi Pemilih di Loteng Merosot

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *