Bawaslu Daerah Diminta Tingkatkan Kemampuan

F Bawaslu NTB scaled

JHONI SUTANGGA/RADAR MANDALIKA Itratip

MATARAM – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi NTB meminta jajaran di bawah yakni, Bawaslu Kabupaten kota agar terus meningkatkan (upgrade) kemampuan pemahaman pengawasan pemilu. Di antaranya, aspek dasar dasar hukum Kepemiluan, analisis problem yang dihadapi pada Pemilu sebelumnya dan kemampuan lainnya, sehingga menjadi bahan edukasi menghadapi Pemilu serentak 2024 mendatang.

Koordinator Devisi Kelembagaan dan Organisasi Bawaslu NTB, Itratip menerangkan komisioner Bawaslu memiliki latarbelakang keilmuan yang beraneka ragam mulai dari yang bergelar sarjana hukum, sarjana teknik, agama dan sosial. Sehingga menjadi sebuah keniscayaan bagi mereka untuk terus meng-upgrade kemampuan. Itratip mengatakan, dalam kewenangannya Bawaslu selain sebagai lembaga pengawasan juga melakukan fungsi ajudikasi yaitu, sebagai hakim manakala ada pelanggaran sengketa Pemilu.
“Peningkatan up grade kemamlpuan dilakukan secara kontinyu (terus menerus). Melalui Bimtek, Raker dan lain lain. Cuma memang problemnya karena kita tidak ada tahapan (Pemilu) sehingga intensitasnya (upgrade) tidak sebanyak dengan disaat ada tahapan,” terangnya.

Apa yang didorongnya itu sebagai bentuk pembinaan bagi mereka. Meski tidak ada tahapan pemilu tetapi momentum kekosongan itu juga dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan masing-masing.
“Ini tugas pembinaan. Ini (dorongan) kan berlaku untuk semua (Bawaslu 10 kabupaten kota),” terang Putra Kelahiran Bayan, KLU itu.

Bawaslu Provinsi juga tengah melangsungkan konsolidasi internal dengan mengunjungi Bawaslu Kabupaten kota. Itratip sendiri mengunjungi Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat. Kegiatan tersebut dalam rangka memastikan jajaran Bawaslu kabupaten kota tetap produktif meski puasa tahapan.
“Kita dorong jangan timbul tenggelam, (Bawaslu) muncul saat ada tahapan. Ketika nggak ada tahapan jangan hilang,” katanya.

“Kemarin saya ke Sumbawa dan KSB, itu tadi melakukan konsolidasi sekaligus pembinaan,” tambahnya.

Hal yang juga ditekankannya, Bawaslu Kabupaten kota diharapkan makin aktif melakukan sosialisasi kewenangan Bawaslu. Bawaslu harus selalu muncul ditengah tengah masyarakat meski tidak ada tahapan. Itu semua dalam rangka bagaimana meningkatkan popularitas Bawaslu sehingga semakin meningkat.

“Harapan kita semakin banyak masyarakat mengetahui peran fungsi Bawaslu semakin memudahkan masyarakat utuk pro aktif (membantu) melaporkan (ketika menemukan ada pelanggaran),” paparnya.

Selain itu juga kegiatan ideal yang bisa mereka lakukan yang produktif bagaimana tetap melakukan sosialisasi pentingnya masyarakat lebih memahami hak hak politiknya. Sehingga masyarakat bisa terlibat langsung pro aktif mengawasi tahapan pemilu.

“Jadi Pemilu bukan saja sebatas hak mereka untuk diikuti, tetapi punya kewajiban juga melakukan pengawasan di setiap Pemilu,” jelasnya.

“Di kabupaten kota kita minta mereka aktif sosialisasikan itu baik secara langsung maupun akun media sosial yang mereka milik,” tambahnya.

Keterlibatan masyarakat dalam membantu pengawasan Bawaslu dilihatnya berdasarkan Indikator sederhana. Dalam setiap Pemilu pihaknya masih jarang sekali menerima laporan masyarakat. Kedua ketika ada temuan dari Bawaslu terhadap dugaan pelanggaran dilapangan, mereka yang diminta menjadi saksi tidak jarang menolak.

“Alasannya waktu, bahkan takut,” ucapnya.

Untuk itu poin-poin yang menjadi dorongan Bawaslu Provinsi tersebut tentu dengan tujuan bagaimana menghadapi Pemilu serentak 2024 secara matang, masyarakat bisa lebih semangat lagi berani melaporkan berani mejadi saksi ketika dibutuhkan.

“Beberapa kasus penanganan pelanggaran Bawaslu di Kabupaten Kota sebagan besar hasil temuan kita,” pungkasnya. (jho)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Gubernur Hadiri Musrenbangnas 2021

Read Next

Belajar Tatap Muka di Loteng Dibuka Juli

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *