Bangunan Makam Wali di Tengah Genangan Bendungan Diresmikan

  • Bagikan
WhatsApp Image 2020 02 17 at 20.39.34
KHOTIM/RADARMANDALIKA.ID DIBANGUN: Kondisi bangunan Makam Wali di tengah genangan Bendungan Batujai terkini.

PRAYA – Keberadaan Makam Wali Syekh Sayyid Muhammad Saleh Bin Sayyid Anwar di tengah genangan Bendungan Batujai di Kampung Tiwu Lekong, Lingkungan Pengendong, Kelurahan Prapen, Kecamatan Praya menyedot perhatian banyak pihak. Hasilnya, setelah ditemukan makam wali itu, sekarang sudah dibangun megah oleh warga setempat.

Senin sore kemarin, pascadibangun makam wali beberapa bulan lalu, dilakukan tasyukuran dan peresmian dilakukan oleh para tokoh agama dan pemerintah kecamatan setempat.

Untuk diketahui, makam wali ini sekarang sudah berdiri kokoh dengan dibangun 12 tiang, dua lantai dengan tinggi lantai dasar 3,5 m dan lantai dua 2,5 m. Dengan panjang 9,5 m dan lebar 6 m yang mampu menampung peziarah makam kurang lebih 30 orang.

Hadir di acara tasyukuran dan peresmian Tokoh Agama TGH. M. Usman Najamudin, TGH. M. Abdurrahman Alfin, TGH. Humaidi Najamudin, dan Sekcam Praya H.L. Samsul Hilal,  Lurah Prapen L. Imam Husnu, dan warga setempat.

Oleh TGH. M. Usman Najamudin menceritakan bagimana sejarah makam ditemuan dan dibuka ziarah kembali. Katanya, beberapa waktu lalu hanya dengan ditandai kayu dan bendera saja sebagai tanda makam. Namun sekarang sudah berdiri kokoh bangunan, kendati berada di genangan air.

“Memang dari dulu sejak ayahanda almarhum TGH.M.Najamudin Ma’mun semasa masih hidup sudah bercerita mengenai makam ini, dan menyatakan bahwa makam ini adalah makam wali Allah,” bebernya di hadapaan jamaah di lokasi.

Selain iti, ada sekitar 500 makam di buku catatan beliau, makam wali di Pulau Lombok yang akan dibuka dan diresmikan untuk diziarahi. Namun sampai sekarang catatan itu masi belum ditemuan utuh karena tercecer dan tidak diterbitkan resmi, masih dalam catatan klasik.

Sementara, Lurah Prapen L. Imam Husnu menyampaikan bahwa keberadaan makam ini memang baru dia ketahui. Sementara apa yang akan dilakukan akan dibahas dan diusulkan di Musrembang besok.

“Nanti akan kami bahas di sana,” janjinya.(tim)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *