Bangun Lotim, Wabup Ajak Masyarakat Adat Berperan Aktif

F Adat

PKP SETDA LOTIM FOR RADAR MANDALIKA AJAK : Wabup Lotim dihadapan para pemangku dan masyarakat adat, saat berharap agar ikut andil membangun Lotim, kemarin.

LOTIM – Tanpa dukungan seluruh komponen masyarakat, visi misi mewujudkan Lombok Timur (Lotim) yang Adil, Sejahtera dan Aman (ASA). Karena itu dalam membangun Gumi Patuh Karya ini, Wakil Bupati (Wabup) Lotim H Rumaksi SJ, mengajak masyarakat adat berperan aktif membantu Pemerintah Daerah (Pemda) Lotim.

Kemarin, ajakan itu disampaikan Wabup Lotim, dalam rangkaian upacara sakral, Ritual Adat Pemasuh Alam Gumi Paer Gunung Rinjani, di Bale Beleq Medas Desa Obel-obel Kecamatan Sambelia Lotim. Ritual ini, dihadiri Kabinda NTB, Wakil Ketua Komisi III DPD RI, Raja-raja Se-Nusantara, dan Pemangku, pengerakse, serta tokoh adat lainnya.

“Pemerintah jika hanya bekerja sendiri, tanpa dukungan seluruh komponen masyarakat, akan sulit mencapai visi misi yang telah ditetapkan,”tegas H Rumaksi SJ, Wabup Lotim.

Disadari wabup, masyarakat adat menjadi salah satu komponen pembangunan, yang memiliki pemahaman mendalam, atas lingkungan fisik dan sosial tempat tinggalnya saat ini. Karena itu katanya, masyarakat adat menjadi bagian penting dan mitra pemerintah, dalam upaya memajukan daerah. Tentunya,  dengan tetap berpegang pada kearifan lokal.

Kaitan dengan itu pula sambung Rumaksi, ia mengajakseluruh masyarakat adat senantiasa berperan aktif. Salah satunya, dengan memberikan saran serta kritik konstruktif, terhadap program pembangunan yang direncanakan Pemerintah.

“Masyarakat Adat di Gumi Sasak, memiliki kearifan yang masih dipegang hingga saat ini. Termasuk, rangkaian upacara Sakral Ritual Adat Pemasuh Alam Gumi Paer Gunung Rinjani ini,”lugasnya.

Menurutnya, ia melihat ritual adat ini, sangat baik diteruskan, sebagai pengingat dan pembelajaran bagi generasi muda. Terutama, terkait pentingnya hubungan timbal balik manusia dengan alam. Dengan demikian, kedepan pembangunan berkelanjutan yang bertolok pada pembangunan berwawasan lingkungan, dapat diterapkan.

Diakuinya, penyelenggaraan ritual adat menjadi semakin berat, ketika dibenturkan dengan kondisi sosial masyarakat saat ini. Akan tetapi, patut disyukuri kegiatan ini dapat berjalan lancar, kendati masih di tengah pandemi covid-19.

“Terima kasih pada masyarakat adat Medas Desa Obel-obel, Desa Sembahulun, Desa Sajang, Desa Biloq Petung, dan Desa Bayan, yang masih memelihara kearifan tersebut,”pungkasnya. (fa’i/r3)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Lotim Juara Kampung Sehat, Bupati dan Sekda Kategori Terbaik

Read Next

KPU Harus Minta Maaf

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *