Bandar Sabu Diciduk Polisi

f bandar

IST/RADAR MANDALIKA AMANKAN: Anggota Satuan Narkoba Polres Loteng saat melakukan penangkapan di rumah pelaku, kemarin.

PRAYA— Tim Satuan Narkoba Polres Lombok Tengah (Loteng) berhasil membekuk seorang bandar sabu yang kerap mengedarkan barangnya di Kecamatan Janapria, kemarin.   

Adapun tersangka inisial M 45 tahun warga Dusun Otak Desa, Desa Persiapan Beleke Daye, Kecamatan Praya Timur. Selain menangkap pelaku, aparat juga berhasil mengamankan barang bukti berupa satu bungkus besar berisi gumpalan kristal bening di duga narkotika golongan 1 jenis sabu berat bruto 100 gram, satu bungkus kecil kristal bening di duga narkotika golongan I jenis sabu berat bruto 15 gram, satu bungkus plastik bening kosong, dua buah pipet plastik skop, satu buah timbangan digital warna hitam merk CAMRY, rangkaian alat hisap, tas warna hitam dan uang sejumlah Rp 690 ribu.

Kasat Narkoba Polres Loteng, IPTU Hizkia Siagian membenarkan penangkapan bandar sabu tersebut.  Pelaku ini ditangkap saat sedang bertamu disalah satu rumah yang ada wilayah Desa Janapria, Kecamatan Janapria Loteng. 

“Ya betul bro, kami berhasil menangkap pelaku yang selama ini diduga menjadi bandara sabu,”  katanya saat ditemui dikantornya, kemarin.

Ia menegaskan, penangkapan ini berdasarkan informasi dari masyarakat yang curiga dengan gerak-gerik pelaku.  Sehingga, pihaknya kemudian langsung turun melakukan penyelidikan ke TKP. Kemudian langsung melakukan penggerebekan di salah satu rumah tersebut.  Hasilnya, pihaknya berhasil mengamankan pelaku tanpa perlawanan. 

Selain itu, setelah dilakukan penggeledahan, pihaknya juga berhasil menemukan BB yang diduga adalah milik pelaku berupa, satu bungkus besar berisi gumpalan kristal bening di duga narkotika golongan 1 jenis sabu Berat bruto 100 gram, satu bungkus kecil kristal bening di duga narkotika golongan I jenis sabu berat bruto 15 gram beserta alat hisap dan uang hasil penjualan barang haram itu.  

“Pelaku digelandang ke Polres untuk diamankan serta  untuk menjalani pemeriksaan guna pengembangan penangkapan jaringannya,” ungkapnya.

Ia mengaku, pihaknya akan berupaya untuk membongkar jaringan pelaku ini. Sebab melihat jumlah BB yang diamankan tentu pelaku mempunyai jaringan besar.  Namun kendalanya saat ini adalah pelaku masih bungkam ketika ditanya asal usul barang tersebut. 

“Kita akan kejar jaringan pelaku ini,” ucapnya.

Dengan perbuatannya kedua pelaku akan dijerat Pasal 114 Jo Pasal 112 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman minimal lima tahun penjara. Sedangkan untuk jaringan pelaku pihaknya akan terus melakukan pengejaran.

Menurutnya, wilayah Loteng saat ini  merupakan sasaran empuk peredaran narkoba. Bahkan, dalam skala besar. Sebab potensinya  wilayah ini dinilai cukup besar.  Sehingga, untuk pencegahan perlu kerja sama semua pihak maupun isntansi  agar wilayah Loteng benar-benar bebas narkoba.

“Saya juga tekankan terhadap masyarakat untuk memberikan informasinya. Jangan takut kami dari aparat kepolisian akan menjamin keamanan serta merahasiakan identitas pelapor,” ucapnya.

Sementara itu, Kapolres Loteng, AKBP Budi Santosa menyatakan pihaknya minta kerja sama dari semua pihak terutama masyarakat agar melaporkan pada aparat terdekat jika ada warga yang mencurigakan sedang memakai barang haram itu. 

“ Kami sangat prihatin karena narkoba ini sekarang sudah merambah kalangan pelajar,” tutupnya. (jay)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

P3K Ngaku jadi Korban Janji Palsu Pemerintah

Read Next

MotoGP 2021, Pertaruhan Bagi NTB

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *