Ayo ke Muhajirin Praya, Ada Kontes Bonsai

  • Bagikan
Bonsai
RAZAK/RADAR MANDALIKA KONTES BONSAI: Sejumlah pengunjung tertarik ingin melihat langsung kelas bonsai yang dikonteslan PPBI Loteng di Bencingah Adiguna Praya, kemarin.

PRAYA – Pengurus Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Lombok Tengah menggelar kegiatan kontes bonsai di Lapangan Muhajirin Praya. Kontes bonsai yang dilaksanakan dari tanggal 25 sampai 31 Oktober 2021 itu dengan mendatangkan juri tingkat nasional.

Pameran dan kontes bonsai ini diberi nama “Jejeh Karye Pebonsai Anyar”. Kegiatan ini sengaja digelar pengurus PPBI Lombok Tengah dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Lombok Tengah ke- 76 tahun. Rabu (27/10) kemarin sore, dikabarkan kegiatan itu langsung dibuka oleh Bupati Lombok Tengah, H Lalu Pathul Bahri.

“Dibilang Jejeh. Karena arahan dari pak Bupati dan pak Kapolres bahwa tidak boleh ada kata-kata pameran,” kata Ketua Penyelenggara, Lalu Hamdi Iskandar pada Radar Mandalika, kemarin.

Sebelum kegiatan itu dibuka, ujar dia, lebih dulu sudah dilakukan penilaian oleh juri atas semua bonsai milik peserta atau pebonsai yang ikut dalam kontes tersebut. Dimana, penjurian atau penilaiannya mulai dilakukan sejak hari Selasa (26/10) sampai kemarin siang. Hingga dilakukan penancapan benderanya.

“Penancapan bendera juga akan dilakukan oleh pak Bupati secara simbolis. Yang dapat 10 besar,” katanya.

Dia menyebutkan, jumlah peserta kontes bonsai sebanyak 206 pot. Pesertanya berasal dari Lombok Timur, Lombok Barat, Kota Mataram, dan Lombok Tengah sendiri. Adapun dalam kontes bonsai ini hanya mempertandingkan dua kelas. Yaitu kelas prospek dan kelas regional.

“(Kelas) prospek itu (artinya) yang ke depannya bisa bagus. Kalau yang regional itu sudah dalam bentuk prospek. Dasarnya sudah mantap, kematangannya sudah hampir ada. Terus nanti bisa mengikuti kelas media. Setelah itu kemudian kelas utama,” jelasnya memberi gambaran.

Namun untuk sementara ini, kata dia, dalam kontes bonsai kali ini hanya kelas prospek dan kelas regional yang dipertandingkan. Dengan tim juri sebanyak tujuh orang. Mereka itu ada yang berasal dari dalam daerah dan luar daerah.

“Tim juri ada tujuh orang. Yaitu lima orang dari Surabaya dan Lombok. Yang berstatus juga sebagai juri nasional,” katanya.

Dalam kontes ini, dia pun membeberkan beberapa kriteria penilaian bonsai oleh tim juri. “Penilaiannya dari prakaranya, dari karakter batangnya, dari cabangnya, dari kematangan rantingnya. Tergantung dari kelasnya. Kalau kelas prospek yang penting batangnya sudah bagus, prakaranya sudah bagus,” ungkapnya.

Alasan utama pihaknya menggelar kegiatan Jejeh (pameran dan kontes) bonsai ini karena ingin menumbuhkan peminat-peminat bonsai yang dulu yang sepertinya tenggelam. “Ini alasan kita supaya bisa melaksanakan pameran yang lebih besar skala nasional. Kita harus mengadakan pameran lokal terbuka seperti ini,” jelasnya.

Sebelumnya, pihaknya juga sudah pernah mencoba melakukan pameran bonsai pada tahun 2019 yang dilaksanakan di Bencingah Adiguna sebelah selatan dengan jumlah peserta kurang lebih 50 pot bonsai. Dia melihat kegiatan yang dilakukan waktu itu, sangat berdampak positif terhadap kebangkitan pecinta bonsai. Dimana, saat ini jumlah pebonsai yang tergabung dalam perkumpulan semakin terus bertambah.

“Itu sangat berdampak besar sekali terhadap Pebonsai Lombok Tengah. Tumbuh begitu pesat. Sehingga sekarang ini kita sudah mengumpulkan/membuat KTA untuk anggota Pebonsai Lombok Tengah yang tercacat di PPBI Lombok Tengah itu sekitar hampir 250 han Pebonsai,” ungkapnya.

Dia menuturkan, kontes bonsai tahun ini memang direncanakan untuk dilaksankan di tahun 2020. Tapi waku itu kegiatannya urung dilaksanakan karena terkendala dampak penyebaran pandemi Covid-19. Sehingga untuk pelaksanaannya waktu itu tidak diberikan izin oleh pihak terkait.

“Sekarang juga tidak diberikan izin tetapi bisa dilonggarkan. Sehingga silakan saja melaksanakan pameran ini tetapi hanya di siang hari. Kalau di malam hari tidak diberikan,” terangnya. (zak)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *