Arena Judi Sabung Ayam Digerebek

Garis Polisi

GEREBEK: Lokasi perjudian sabung ayam di Bukit Ngandang, Kelurahan Pagutan, Kota Mataram dipasangi garis polisi, Sabtu (18/04).

MATARAM – Satreskrim Polresta Mataram mengambil langkah tegas dan tidak kompromi dengan perjudian. Apalagi di tengah pandemi Covid-19 yang masih merebak. Buktinya, polisi kembali menggerebek lokasi perjudian sabung ayam di wilayah Bukit Ngandang, Kelurahan Pagutan, Kota Mataram, Sabtu (18/04) sekitar pukul 14.20 Wita.

Saat penggerebekan di lokasi tersebut, polisi berhasil menangkap dua orang penjudi sabung ayam. Masing-masing berinisial NW (42 tahun) dan NA (23 tahun). “Keduanya warga Pagutan Kota Mataram,” ungkap Kasat Reskrim Polresta Mataram, AKP Kadek Adi Budi Astawa, di Mataram, kemarin.

Kadek menerangkan, penggerebekan berawal dari informasi masyarakat. Bahwa, di tengah merebaknya wabah Corona, salah satu lokasi di wilayah Pagutan berlangsung perjudian sabung ayam. Petugas yang dipimpin Kadek langsung bergerak ke lokasi. Belasan pemain judi sambung ayam berhamburan melarikan diri setelah mengetahui kedatangan petugas.

Mereka langsung berlarian menuju sawah di sekitar lokasi. Hanya tersisa dua pemain saja yang diamankan kepolisian. Ditegaskan, perjudian itu sangat meresahkan masyarakat. Apalagi dengan situasi wabah Corona saat ini. Masih ada saja yang nekat berkumpul dan melakukan perjudian. “Kita tidak ada kompromi dan harus dibubarkan,” tegas Kadek. 

Karena barang buktinya cukup banyak, petugas dari Polsek Pagutan diturunkan untuk menyita barang bukti di lokasi. Diantaranya tiga ekor ayam jantan, dua kurungan ayam, dan lain sebagainya. “Pelaku dan barang buktinya kita amankan ke Mapolresta Mataram untuk diproses lebih lanjut,” kata Kadek.

Dia menjelaskan modus operandi perjudian sabung ayam di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Caranya yaitu dua ekor ayam jantan yang terikat pisau atau taji pada bagian kaki. Kemudian mempertaruhkan uang dengan maksud mencari keuntungan sebagai mata pencaharian. “Itu modus yang dilakukan dan kita temukan di TKP,” bebernya.

Setelah melakukan penangkapan pelaku perjudian, area perjudian sabung ayam itu langsung dipasangkan garis polisi (police line). Selain petugas, orang dilarang keras untuk membuka atau merusak police line tersebut. “TKP sudah kita pasang police line,” ungkap Kadek sembari menambahkan, pelaku judi sabung ayam terancam dijerat pasal 303 KUHP tentang perjudian dengan ancaman maksimal 10 tahun penjara. (zak)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Zona Merah Lotim Kembali Bertambah

Read Next

Update Virus Korona di NTB

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *