Ahyar Tak Divaksin Karena Faktor Usia

F AAA ilustrasi

Ilustrasi

MATARAM – Terjadi perubahan jadwal pencanangan vaksinasi Covid-19 perdana di tingkap kabupaten/kota. Termasuk vaksinasi untuk di lingkup Pemkot Mataram. Yang mulanya dijadwalkan pada hari Jumat (15/01). Namun dimajukan bersamaan dengan vaksinasi perdana di provinsi pada hari Rabu (14/01) besok.

“Terjadi perubahan jadwal aja. Karena diperintah tadi malam ada vidcom. Pencanangan tanggal 13 Januari di pusat. Tanggal 14 (Januari) itu di daerah (provinsi dan kabupaten/kota),” ungkap Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Mataram, dr. H Usman Hadi, kemarin (12/01).

Usman juga mengkonfirmasi, nantinya Wali Kota Mataram, H Ahyar Abduh, tidak akan disuntik vaksin Covid-19 pada saat pencanangan vaksinasi perdana untuk lingkup Pemkot Mataram, di Aula Pendopo Wali Kota Mataram, Kamis (14/01) pagi. Yang sebelumnya, wali kota disebut siap untuk disuntik vaksin perdana.

Wali Kota Mataram tidak bisa ikut disuntik vaksin disebutnya karena Ahyar Abduh terkendala faktor usia. “Pak wali ini terus terang aja iya, pertama dari sisi umur. Umur beliau ini 60 (tahun) ke atas. Dimana, tidak dibolehkan (vaksinasi) di bawah 18 tahun dan di atas 59 tahun. Jadi, beliau kayaknya tidak di-recommended. Tidak termasuk/tidak boleh. Bahaya nanti,” terang Usman.

Namun begitu, pencanangan vaksinasi perdana untuk di lingkup Pemkot Mataram tetap dilaksanakan di Aula Pendopo Wali Kota Mataram, besok. Sejumlah pejabat dan tokoh kunci akan ikut disuntik vaksin Covid-19. Termasuk disebutnya Wakil Wali Kota Mataram, H Mohan Roliskana.

“Pak wakil, Forkopimda (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah), tokoh agama, tokoh masyarakat juga ada,” beber Usman.

Terkait vaksinator yang akan diterjun di Aula Pendopo Wali Kota Mataram, besok. Usman menjawab jumlanya tidak banyak. “Hanya empat meja. Meja satu (1) pendaftaran, meja dua (2) screening, meja tiga (3) imunisasi, dan meja empat (4) observasi selama setengah jam,” ujar dia.

Setelah pencananganan pemberian vaksin Covid-19 perdana di lingkup Pemkot Mataram. Usman mengatakan, untuk selanjutnya pelayanan vaksinasi segera dimulai. “(Pada) tanggal 15 itu diharapkan sudah pelayanan,” ungkap dia.

Disebutkan, hingga kemarin vaksin Covid-19 Sinovac untuk jatah Kota Mataram belum dikirim oleh Pemprov NTB. Berdasarkan data pihaknya, jatah vaksin yang akan diterima nanti akan sesuai dengan jumlah tenaga kesehatan (Nakes) se Kota Mataram sekitar 7.000 orang.

“Tapi vaksin-nya belum dikirim ke kami. Mungkin besok (hari ini) Wallahualam. Tapi minimal untuk pencanangan aja dulu lah (besok),” kata Usman.

Menyinggung keamanan vaksin Covid-19 Sinovac bagi tubuh manusia. Usman menerangkan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sudah resmi mengeluarkan izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) vaksin Covid-19 Sinovac. Vaksin ini memiliki efikasi sebesar 65,3 persen.

Selain batasan usia. Usman menyebutkan, ada 15-san golongan orang yang tak bisa divaksin Covid-19. Adapun diantaranya. “Orang yang sudah positif Covid-19, ibu hamil atau menyusui, lansia (lanjut usia). Terus penyakit jantung, diabet, penyakit Autoimun, Lupus, dan lain sebagainya,” tutup dia. (zak)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Kantor KC Bank NTB Syariah Selong Akan Direnovasi

Read Next

Desa Lingkar Sirkuit Kekurangan Air Bersih

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *