LOBAR—Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memastikan peran penting lima bendungan yang baru diresmikan Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto. Lima bendungan itu adalah Bendungan Sidan di Bali, Bendungan Jlantah di Karanganyar Jawa Tengah, Bendungan Meninting di Lombok Barat, kemudian dua bendungan di Aceh, yaitu Bendungan Keureuto dan Bendungan Rukoh.
AHY meyakini lima bendungan bernilai sekitar Rp9,7 triliun itu bisa menjadi penguat asa cita Presiden Prabowo Subianto menuju swasembada pangan, energi, dan air. Peran bendungan yang multifungsi tidak hanya sebagai pasokan air baku untuk rumah tangga dan pertanian, namun juga menjadi sumber energi, bahkan menjadi kawasan wisata baru untuk mendukung peningkatan ekonomi lokal.
“Bendungan juga bisa mengairi irigasi yang bisa meningkatkan produktivitas pertanian kita. Karena sawah-sawah bisa diairi dengan baik, yang tadinya bisa untuk satu kali panen, bisa menjadi tiga kali panen,” jelas AHY selepas peresmian di Bendungan Meninting, Lombok Barat, Jumat (10/7).
Di sisi penanggulangan kebencanaan, bendungan ini bisa berfungsi dalam pengendalian banjir. Tidak dipungkiri sejumlah wilayah di Indonesia masih menjadi kawasan ancaman banjir sehingga bendungan itu akan mengatur debit air untuk mencegah terjadinya banjir. Bendungan juga bisa menjadi pasokan energi ramah lingkungan, bahkan energi terbarukan. Permukaan air bendungan bisa menjadi floating solar panel.
“Jadi, surya panel yang terapung, dan ini sudah dilakukan di sejumlah bendungan utama, dan ini menjadi masa depan kita karena energi harus semakin ramah lingkungan, baru, dan terbarukan,” ucapnya.
AHY cukup optimis keberadaan bendungan akan membawa peningkatan ekonomi dari sektor pariwisata baru. Keindahan alam di sekitar kawasan Bendungan Meninting yang dikelilingi perbukitan asri dengan udara segar, diyakini AHY bisa menjadi daya tarik sport tourism dan alam.
“Ini bisa menjadi tempat pariwisata yang menjanjikan, bahkan bisa dipergunakan untuk olahraga air,” bangga putra Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono itu.
Megaproyek itu diharapkan bermanfaat bagi kepentingan masyarakat. Investasi yang cukup besar dari lima bendungan tadi yang memakan anggaran Rp9,7 triliun harus dioperasikan dengan baik dan pada akhirnya berdampak langsung pada masyarakat.
“Jadi, mudah-mudahan setiap rupiah yang dikeluarkan—ini adalah uang rakyat—harus kembali ke rakyat lagi dan harus bisa membawa kesejahteraan yang lebih baik ke depan. Saya rasa itu.”
Yang terpenting, AHY juga mengingatkan Kementerian PU maupun pemerintah daerah untuk menyiapkan irigasi primer hingga sekunder. Di mana irigasi primer menjadi tanggung jawab pemerintah pusat, irigasi sekunder berada pada pemerintah provinsi, sedangkan irigasi tersier itu tanggung jawab dari pemerintah kabupaten.
“Nah, ini harus dibangun dan harus dikawal juga karena sekali lagi, itu yang akan segera memberikan dampak pada para petani kita. Kalau itu sudah terhubung semuanya, maka dalam kondisi apa pun kita tidak terlalu khawatir karena tidak lagi kita hanya berharap dari tadah hujan, tapi dengan bendungan ini, air mengalir cukup di masa panen dan di masa kering. Misalnya, apalagi kemarau yang panjang ditambah dengan El Nino, ini dibutuhkan kesediaan air yang cukup. Dan di sinilah memang pekerjaan rumah dan akan kita kawal pembangunannya ke depan,” pungkasnya. (win)
