IST/RADAR MANDALIKA PENGHARGAAN: Agus Suryadin guru penggerak saat menerima penghargaan dari UPSI didampingi oleh Direktur dan Kaprodi Pascasarjana Unram, beberapa waktu lalu.

Pernah Menerima Piagam Tanda Kehormatan dari Presiden

 

 

Agus Suryadin merupakan guru penggerak asal Kabupaten Lombok Tengah. Ada banyak prestasi yang dia peroleh, salah satunya pernah menerima piagam tanda kehormatan dari Presiden Republik Indonesia tahun 2014.

 

HAZA-LOMBOK TENGAH

 

AGUS Suryadin lahir di Montong Bila Desa Pendam, Kecamatan Janapria pada 18 Agustus 1974 silam. Pendidikan yang pernah ditempuh SDN 2 Pendam 1981-1987, SMPN 1 Selong 1987-1990, SMEAN 2 Mataram 1990-1993, STIKIP Hamzanwadi Selong (S1) dan 2020 sampai sekarang sedang melanjutkan S2 di Universitas Mataram.

 

Guru satu ini karirnya cemerlang, adapun perjalanan hidupnya tahun 2001-2002 menjadi guru honorer di SMPN 1 Janapria, 2002-2010 guru di SMPN 3 Praya Timur, 2010 sampai Mei guru SMPN 6 Kopang. Tepat pada 23 Juni resmi dilantik menjadi seorang Kepala SMPN 4 Janapria oleh bupati melalui sekema guru penggerak.

Sebelum menjadi kepala sekolah banyak pahit manis kehidupan pernah dia lalui. Itu dirasakan saat mengikuti program guru penggerak angkatan kedua. Bersama 73 orang lainnya sangat disibukan dengan program ini saat itu.

 

Bagi Suryadin, keberhasilan menjalankan aktivitas menjadi guru penggerak ini tentunya tidak mudah. Untuk itu, dibutuhkan keihklasan yang datang dari hati, karena akan memiliki tanggungjawab yang lebih dari status guru sebelumnya. Sebagai guru penggerak harus berani melakukan perubahan dan berani mengambil resiko dalam berinovasi untuk menjadi pemimpin pendidikan masa depan dan menjadi roda perubahan pada system pendidikan di Indonesia.

“Menjadi guru penggerak kita butuh suport maksimal dari pemerintah daerah melalui dinas pendidikan, harapan saya sebagai Ketua Guru Penggerak Loteng berharap GP Loteng dimanfaatkan jadi pemimpin sehingga lebih bisa berbuat sesuai keilmuan GP yang dipelajari selama 9 bulan. Saya khawatir jika tidak dimanfaatkan akan tumpul seperti pisau yang tidak terpakai,” katanya.

 

Dikatakannya, pengalaman berkesan yang pernah dialami selama menjadi guru penggerak yaitu pernah mewakili nama baik Indonesia dan universitas. Menjadi salah satu narasumber Seminar Jalinan Pendidikan Serumpun Antar Universitas Pendidikan Sultan Idris, Malaysia dengan Universitas Mataram.

Mahasiswa pascaserjana jurusan Magister Administrasi Pendidikan pada seminar yang digelar September lalu mempersentasikan tentang guru penggerak di Lombok Tengah. Dimana keberadaan guru penggerak sebagai lokomotif atau pemimpin pembelajaran yang mendorong tumbuh kembang murid secara holistik, aktif dan proaktif dalam mengembangkan pendidik lainnya untuk mengimplementasikan pembelajaran yang berpusat kepada murid.

“Waktu itu ada lima mahasiswa yang terpilih mewakili Unram, satu mahasiswa dari UPSI dan 3 profesor dari UPSI. Topik yang saya angkat adalah guru penggerak menceritakan bagaimana peran guru penggerak dalam memajukan pendidikan di Indonesia,” bebernya.

 

Disampaikannya, keberadaan guru penggerak menjadi sebuah permulaan dan bukti nyata dari semangat bersama untuk terus memajukan pendidikan di Indonesia. Dari analisis yang telah dilakukan terhadap 73 GP di Loteng, guru penggerak sudah dimanfaatkan oleh pemerintah daerah seperti digunakan sebagai fasilitator dalam Diklat dan sudah ada 3 orang yang dimanfaatkan sebagai kepala sekolah.

 

Begitu juga dengan Balai Guru Penggerak Provinsi juga mulai memanfaatkan beberapa guru penggerak dalam kegiatan sosialisasi IKM. Kementerian juga sudah memanfaatkan GP sebagai pengajar praktek dan Asesor PPG.

“Ini bukti bahwa peran guru penggerak sangat penting, bahkan secara mandiri juga GP sudah aktif dalam membimbing teman-teman lain di komunitas masing-masing,” tutupnya.

Sementara, adapun deretan penghargaan yang pernah diraih Agus, Piagam Tanda Kehormatan Presiden RI tahun 2014, Penghargaan dari Univercity of Canberra Australia (Tahun 2016), Penghargaan sebagai Juara 1 guru berprestasi tingkat Kabupaten Lombok Tengah (Tahun 2017), Penghargaan sebagai Juara I guru berprestasi tingkat Provensi NTB (Tahun 2017), Penghargaan sebagai Finalis guru berprestasi tingkat Nasional (Tuhun 2017), Penghargaan sebagai Guru Penggerak dari Bupati Lombok Tengah 2022.(*)

 

50% LikesVS
50% Dislikes
Post Views : 562

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *