LOBAR—Seorang anggota Polri, Brigadir I, ditemukan meninggal dunia di kediamannya di Perumahan Griya Taman Sari Desa Terong Tawah Kecamatan Labuapi, Rabu (4/11). Penemuan itu menghebohkan warga setempat. Dari informasi warga, korban ditemukan meninggal dengan kondisi leher terjerat tali. Diduga korban meninggal karena bunuh diri. Korban pertama kali ditemukan oleh istrinya sekitar pukul 12.00 WITA selepas menjemput anak pulang sekolah.
Warga yang mendengar teriakan minta tolong dari istri korban langsung datang dan membantu menurunkan korban untuk dibawa ke rumah sakit. Nahas, kabarnya korban sudah dinyatakan tidak bernyawa ketika tiba di rumah sakit.
“Jam 12.00 WITA, terus dia (istri korban) menangis, minta tolong-tolong. terus saya tanya ada apa, dia bilang ‘ini Bude, sini Bude’, terus saya lihat, masuk di belakang sudah tergantung, terus istrinya meluk dia, ditarik ke depan (nurunin). terus saya manggil Pak RT dan manggil tetangga, di depan, yang nolong itu tetangga-tetangga,” terang Endang, tetangga korban, kepada awak media.
Kejadian itu sontak mengagetkan warga setempat. Pasalnya, korban sangat dikenal sabar dan ramah oleh warga setempat. Selama bergaul, korban cukup aktif dalam kegiatan bersama warga. Bahkan sebelum kejadian itu korban masih sempat menyapa warga lain yang melintas di depan kediamannya.
“Orangnya baik, sabar, enggak banyak ngomong, ramah, tidak kira-kira begitu ada peristiwa yang begitu. Malah kaget semua tetangga. Padahal baik dia, sama tetangga,” bebernya.
Korban dan keluarganya baru empat tahun menempati kediamannya, setelah dipindah ke Polda NTB, dari tugas sebelumnya di Sumbawa. Selama itu juga tidak ada cekcok atau pertikaian dengan istri atau warga lainnya. Korban yang dikenal hobi memancing itu justru sangat ramah dan sering menyapa warga.
“Orangnya aktif dalam kegiatan warga,” ujarnya.
Senada juga diungkapkan Ketua RT 04 Perumahan Griya Taman Sari, Hariadi, yang mengenal sosok korban sebagai orang yang baik dan ramah. Dirinya pun mengaku kaget saat warga datang meminta bantuan untuk membawa korban ke rumah sakit.
“Saya dipanggil, kebetulan saya lagi salat. Selah selesai salat, baru saya keluar. Begitu saya keluar, saya dengar istrinya beliau berteriak-teriak di sini, jadi saya tidak sempat bertanya-tanya, saya ambil mobil, terus saya datang ke sini. Menaikkan ke mobil sama warga dan langsung ngebut ke RSUP untuk bawa beliau,” terangnya.
Saat membawanya ke rumah sakit, tubuh korban sudah tidak bergerak dan bibirnya terlihat mulai membiru. Dirinya tidak mengetahui pasti penyebabnya, lantaran dirinya dan warga berusaha secepat mungkin membawa korban agar ada kesempatan untuk memperoleh pertolongan medis.
“Kalau penyakitnya sih saya tidak tahu secara pasti, tapi sesetahu saya, selama sering kita berinteraksi, enggak ada (tanda sedang sakit), beliau hobinya setiap hari Sabtu, dan Minggu memancing,” bebernya.
Sementara itu, pihak kepolisian langsung cepat melakukan pengamanan lokasi. Tim Inafis Polres Lobar dan Polda NTB turun melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Kapolsek Labuapi, IPDA Slamet Riadi membenarkan bahwa korban merupakan anggota Polri. Namun, hingga kini pihaknya belum bisa memberikan keterangan terkait kepastian penyebab kematian korban.
“Saat ini masih proses pendalaman bersama tim Inafis Polres maupun Polda gabungan. Dan kemudian saat ini belum bisa kami memberikan keterangan pasti terkait penyebab, masih dalam tahap mendalami proses penyelidikan. Mungkin itu saja yang dapat kami sampaikan,” jelasnya.
Pihaknya menerima laporan masyarakat atas kejadian itu dan langsung menuju ke lokasi. Dari informasi warga, kejadian penemuan itu sekitar pukul 11.30. Pihaknya bersama SPKT melakukan cek tempat kejadian. Menurut Slamet, setibanya pihaknya di lokasi, korban sudah dibawa oleh istri dan warga ke Rumah Sakit Provinsi NTB.
“Almarhum ditemukan oleh istrinya, kemudian dibantu oleh tetangga kompleks di rumah almarhum, dibawa ke rumah sakit,” ucapnya. (Win)

