MATARAM – Pasca ditetapkannya kepengurusan baru DPW PPP NTB masa bakti 2021-2026 menjadi semangat baru bagi PPP di Nusa Tenggara Barat untuk kembali bangkit dan merajut soliditas antar kader yang ada di NTB.

“Dengan diterbitkannya SK baru dari DPP PPP, maka semua perbedaan harus kita akhiri dan semua kita harus merajut soliditas dan kebersamaan menjelang pemilu tahun 2029 mendatang. Dengan keluarnya SK terbaru yang membatalkan dan mencabut SK DPW PPP NTB sebelumnya maka tidak ada lagi perbedaan antar kader dan pengurus. Tidak ada faksi-faksi lagi ya,” ungkap Plt Sekretaris DPW PPP NTB Pauzan Basri saat di wawancarai di Mataram, (26/10/26).

PPP NTB dibawah kepemimpinan H Moh Akri akan menjadi cambuk semangat baru di PPP NTB. Hal ini karena semangat dan speed larinya sudah sangat teruji di tengah-tengah masyarakat. Semangat dan jiwa mudanya memiliki magnet tersendiri dalam meraih suara grasrot (akar rumput ) dan suara Millenial serta Gen Z.

“Karena kita ketahui bahwa mayoritas pemilih pada tahun 2029 adalah pemilih milenial dan Gen Z, tentu yang lebih paham tentang keinginan mereka adalah kita-kita yang seusia mereka dan usianya tidak jauh dari mereka. Sehingga kami optimis dan yakin bahwa suara PPP NTB pada tahun 2029 akan semakin melejit dan semakin besar. Treatmennya kan harus sesuai dengan usia mereka. Dan yang paham itu adalah yang seusia dengan mereka,” terangnya.

Selain itu tambah Mantan Ketua PW 𝕀ℙℕ𝕌 NTB ini, PPP NTB merupakan salah satu daerah basis terbesar PPP, salah satu pendulang elektoral PPP secara nasional. Maka tidak seharusnya kita main pecat anggota dewan maupun bukan anggota dewan, karena mereka-mereka ini adalah sebagai penyumbang elektoral partai.

“PPP NTB ini adalah penyumbang terbesar suara PPP di nasional, kalau kita menggunakan nafsu dan ego sektoral pribadi, maka PPP justru akan semakin tenggelam, sehingga kami berkomitmen dibawah kepemimpinan H Moh Akri di NTB kedepan, tidak ada lagi kader atau sumpatisan PPP yang merasa tidak aman di rumahnya sendiri,” tegas Pauzan yang juga Sekretaris LPNU PWNU NTB ini.

PPP adalah rumah besar umat Islam lanjut aktivis muda NU ini, lebih-lebih menjadi rumah besar bagi seluruh kader PPP di NTB yang sudah bergabung bersama PPP, maupun yang belum bergabung. Sehingga tidak elok dan tidak bijak kalau harus memberikan ancaman apalagi mengeluarkan kader-kader potensial dari PPP yang merupakan rumahnya sendiri.

“Kita sekarang harus fokus menatap masa depan PPP di NTB agar semua unsur dan elemen ingin bergabung bersama PPP, kita berikan Porsi dan rasa nyaman berada dalam barisan keluarga besar PPP. Karena kita harus buktikan kembali kepada Indonesia bahwa PPP NTB adalah lumbung suara umat Islam di Indonesia dan menjadi barometer kebesaran PPP di Indonesia,” pungkasnya.

Selama dua bulan kedepan lanjut Pauzan bahwa, dirinya akan fokus untuk melakukan konsolidasi struktur sampai ke tingkat ranting seluruh Nusa Tenggara Barat. Karena melihat waktu yang cukup mepet sampai Desember mendatang, maka tidak ada waktu lagi untuk diam dan tidak melakukan konsolidasi.

“Dua bulan kedepan kami fokus konsolidasi pembentukan pengurus hingga ranting, karena waktu kita cukup mepet, 2027 sudah mulai tahapan verifikasi administrasi dan faktual. Jadi butuh stamina yang kuat dan speed yang maraton untuk bisa lolos sebagai peserta pemilu 2029,” tukasnya.(red)

By Radar Mandalika

Mata Dunia | Radar Mandalika Group

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *