PELAJAR: Terlihat sejumlah pelajar Lombok Tengah saat mendapatkan penanganan di Feskes Terdekat, Jum'at (11/9). (IST)

LOTENG — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Lombok Tengah (Loteng) kembali disoroti.

Pasalnya, Ratusan siswa penerima manfaat di salah satu SPPG di Kecamatan Batukliang diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan yang didistribusikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mekar Bersatu.

Banyaknya siswa yang mengalami keluhan membuat pelayanan di dua fasilitas kesehatan di Kecamatan Batukliang, yakni Puskesmas Mantang dan Puskesmas Aik Darek, harus dilakukan secara massal.

Bahkan, sebagian siswa dilaporkan harus dirujuk ke puskesmas di luar wilayah Kecamatan Batukliang.

Camat Batukliang, Lalu Sudirman, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia mengatakan, berdasarkan laporan sementara yang diterimanya, siswa yang diduga mengalami keracunan kini mendapatkan penanganan medis di sejumlah puskesmas.

“Laporan sementara, dua puskesmas di Kecamatan Batukliang kewalahan memberikan pelayanan massal, sehingga ada yang dilarikan ke luar kecamatan, yaitu ke Puskesmas Pringgarata dan Puskesmas Bagu,” katanya, Jumat (11/9/2026).

Di Puskesmas Aik Darek, kata Sudirman, terdapat 123 siswa yang mendapatkan penanganan. Dari jumlah tersebut, empat siswa masih menjalani observasi, sementara tiga lainnya mendapatkan bantuan oksigen karena mengalami sesak.

Sementara di Puskesmas Mantang, tercatat 67 siswa yang mendapatkan pelayanan. Enam di antaranya masih menjalani observasi dan satu siswa sedang mendapatkan infus.

Adapun jumlah siswa yang dibawa ke Puskesmas Pringgarata dan Puskesmas Bagu hingga saat ini masih menunggu pendataan dan validasi lebih lanjut.

“Infonya puskesmas di dua kecamatan Batukliang kewalahan, makanya dilarikan ke Puskesmas Pringgarata dan Bagu. Cuma saya belum menerima data lengkap dari dua puskesmas di luar wilayah kerja kami,” ungkapnya.

Sudirman menyebut, siswa yang terdampak di antaranya berasal dari SDN Mekar Kesambik Desa Beber serta sejumlah madrasah di wilayah Lendang Tampel dan sekitarnya.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, tim dari Dinas Kesehatan Lombok Tengah telah turun ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan mengambil sejumlah sampel makanan.

Sudirman mengatakan, petugas juga mengamankan makanan yang belum sempat dikonsumsi siswa untuk diperiksa lebih lanjut di laboratorium.

“Tadi banyak saya lihat ompreng yang belum dikonsumsi ditarik dan diamankan tim medis dari kabupaten. Kemungkinan itu akan dijadikan sampel untuk uji laboratorium,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala SPPG Mekar Bersatu Kecamatan Batukliang, Mukhsin, mengakui adanya siswa yang mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan MBG.

Menurutnya, pihak SPPG bersama tim terkait masih melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab kejadian tersebut sembari menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dari Dinas Kesehatan Lombok Tengah.

“Kami akui ada siswa di dua sekolah yang terdampak, yaitu di sekolah Beber dan Mertak Kesambik,” katanya.

Mukhsin menyebut, untuk sementara pihaknya menduga gangguan tersebut berkaitan dengan mayones atau saus kental yang tercampur dengan ayam saat proses pengantaran makanan.

Namun, ia menegaskan bahwa dugaan tersebut belum dapat dijadikan kesimpulan.
“Ini masih dugaan saja. Lebih tepatnya kami masih menunggu hasil uji laboratorium,” sambungnya.

SPPG Mekar Bersatu sendiri, lanjut Mukhsin, melayani sekitar 26 satuan pendidikan di Kecamatan Batukliang. Lembaga yang dilayani terdiri dari TK/RA, SD/MI, SMP/MTs hingga MA, dengan total penerima manfaat mencapai sekitar 1.900 siswa.(hza) 

By Radar Mandalika

Mata Dunia | Radar Mandalika Group

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *