LOBAR—Sebanyak lima orang penumpang Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Putri Yasmin yang terbakar di Selat Lombok dilaporkan masih hilang. Empat di antaranya terdaftar di manifes penumpang, sedangkan satu tidak terdaftar. Bahkan, salah seorang merupakan owner salah satu hotel bintang lima di Bali. Kelima orang penumpang itu atas nama Yasir Arafat, Selsviana Rambu May, I Made Sutarjana, Slamet Yulianto, dan I Putu Agung Ayu Sekar.
Di hari kedua, Tim SAR Gabungan memperluas pencarian dengan menyisir Area Barat Daya dan Pemapelan. Tidak hanya menerjunkan dua unit kapal, KN SAR Arjuna dan RIB 02 Mataram, Tim SAR Gabungan juga mengerahkan dua unit helikopter milik Basarnas dan SGI Air Plan untuk membantu pantauan udara pencarian. Penyisiran dilakukan dari lokasi kejadian menuju ke arah barat daya. Selain itu, juga melakukan pemapelan (broadcast informasi/imbauan) kepada kapal-kapal yang melintas di sekitar perairan Selat Lombok. Dari pantauan, dua helikopter itu tiba di Pelabuhan Lembar sejak siang hari. Terlihat beberapa pihak keluarga dari lima korban hilang ikut dalam pencarian dengan helikopter tersebut.
Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi, menerangkan data sementara total penumpang yang berhasil dievakuasi tim SAR sebanyak 212 orang penumpang, dengan salah satunya meninggal dunia.
“Ketika kami menemukan korban, siapa pun yang tercatat di manifes maupun tidak tercatat adalah tanggung jawab kami untuk melakukan evakuasi,” terang Muhamad Hariyadi saat dikonfirmasi di posko layanan aduan SAR di Pelabuhan Lembar, Kamis (13/8).
Laporan lima orang yang masih hilang itu diakuinya datang dari pihak keluarga yang melapor di posko layanan SAR. Seorang di antaranya suami dari korban selamat asal NTT yang sudah berhasil dievakuasi di hari pertama. Pihaknya akan memaksimalkan pencarian selama tujuh hari untuk terus menyisir perairan.
“Batas waktu tujuh hari, tetapi golden time itu tiga hari,” imbuhnya.
Menurutnya, dari 5 penumpang itu, 4 di antaranya tercatat di manifes dan satu tidak. Bahkan, Hariyadi tidak membantah jika salah satu di antaranya seorang owner hotel berbintang di Bali dan tercatat di manifes. Perluasan pencarian akan dilakukan pihaknya dari titik awal kecelakaan itu.
“Perluasan pencarian tetap disesuaikan dengan rencana operasi yang sudah disusun. Dari tadi malam, pagi hari, sampai sore hari ini diperluas ke arah kurang lebih 23 mil dari titik kejadian,” pungkasnya.
Operasi SAR ini melibatkan sinergi dari berbagai pihak, antara lain Basarnas (Kantor SAR Mataram & Kantor SAR Denpasar), Lanal Mataram, Polda NTB, KSOP Lembar, KKP Lembar, KP3 Lembar, RS Kota Mataram, RSUD Provinsi NTB, Dikes Lombok Barat, Jasa Raharja, SGI Air Bali, serta unsur SAR gabungan lainnya.
Hariyadi menambahkan, langkah paralel terus dilakukan baik melalui pergerakan alut di permukaan air maupun koordinasi dengan lalu lintas pelayaran di sekitar lokasi.
“Selain penyisiran langsung, kami juga menginstruksikan pemapelan kepada kapal-kapal yang melintas di Selat Lombok agar dapat memberikan bantuan awal atau segera menginformasikan ke posko apabila menemukan korban,” tegas Muhamad Hariyadi. (win)

