LOBAR—Ratusan korban Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Putri Yasmin yang terbakar di perairan Lombok, Rabu (12/8) dini hari, berhasil dievakuasi ke Pelabuhan Penumpang ASDP Lembar oleh tim SAR gabungan. Salah seorang penumpang selamat menyebutkan jika api diduga berasal dari salah satu truk pengangkut.
“Truk kebakar, itu sempat saya perhatikan mendengarkan pembahasan diskusi kapten dengan penumpang,” terang Rio, salah seorang penumpang KMP Putri Yasmin, kepada awak media.
Api cepat menjalar ke bagian kapal membuat penumpang kapal langsung panik. Banyak penumpang yang menggunakan pelampung terjun ke laut menyelamatkan diri. Khawatir kapal akan meledak akibat kebakaran itu.
“Kita sudah langsung berdiri di pagar (pembatas kapal). Jadi saat itu kita berharap besar tim penyelamat segera datang, baik yang dari Bali,” ungkapnya.
Tidak hanya itu, rasa cemas juga semakin membuat para penumpang panik ketika api terus membesar dan asap kian membuat sesak napas. Pihaknya menunggu instruksi kapten kapal untuk turun ke laut. Sebab ada beberapa ban pelampung juga yang sudah diturunkan.
“Karena takut meledak, apinya sudah menyala dan asap buat sesak napas. Akhirnya kami meloncat,” bebernya.
Menurutnya, tidak sedikit penumpang yang berada di atas kapal dan tidak berani melompat. Para penumpang sudah berpindah ke dek atas kapal, lantaran air laut sudah mengenai bagian bawah kapal.
Sementara, berdasarkan data sementara yang terkonfirmasi di Posko SAR, total korban yang berhasil dievakuasi mencapai 173 orang. Dari jumlah tersebut, 172 orang dinyatakan selamat, sementara 1 orang dilaporkan meninggal dunia. Sebanyak 6 unit kapal dikerahkan untuk membantu evakuasi korban KMP Putri Yasmin. Bahkan sejumlah sarana milik Basarnas diterjunkan seperti KN SAR 220 Mataram dan KN SAR Arjuna, Helikopter SGI Air Bali, KMP Portlink II, KAL Lembar, serta kapal yacht “No Comment” dan “Still Here”, speedboat Polairud, Rigid Inflatable Boat (RIB), dan Rigid Buoyancy Boat (RBB).
Sementara unsur yang terlibat dari Kantor SAR Mataram dan Kantor SAR Denpasar, SGI Air Bali dengan dukungan Finns Search and Rescue, TNI AL, Ditpolairud Polda NTB dan Polres Lombok Barat, Syahbandar Pelabuhan Lembar, KMP PortLink II, KMP Parama Kalyani, serta awak kapal yacht, tim medis, masyarakat setempat, dan instansi terkait lainnya.
Lebih rincinya, Basarnas menjelaskan bahwa kapal RB 220 Mataram mengevakuasi 59 orang. Lalu disusul dengan kapal KAL Lembar milik TNI AL sebanyak 18 orang.
Selain itu, pihaknya juga dibantu kapal yang melintas dari Lembar ke Padangbai, Portlink II, mengevakuasi 35 orang. Lalu kapal yacht yang kebetulan melintas juga di sekitar lokasi dengan nama No Comment mengevakuasi 58 orang dan kapal yacht Still Here yang mengevakuasi korban 3 orang, di mana 1 orang dilaporkan dalam keadaan meninggal.
Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi, menegaskan bahwa tim SAR gabungan di lapangan masih berada dalam status siaga penuh. Fokus utama saat ini adalah memastikan seluruh korban, baik penumpang maupun kru kapal, mendapatkan penanganan medis dan evakuasi yang cepat serta optimal.
“Fokus utama kami saat ini adalah memastikan keselamatan seluruh penumpang dan kru kapal. Tim SAR gabungan masih terus melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian untuk mengantisipasi adanya korban lain yang mungkin belum dievakuasi. Kami juga berkoordinasi secara intensif dengan seluruh unsur terkait guna mempercepat proses penanganan darurat ini,” ujar Muhamad Hariyadi dalam keterangan resminya.
Hariyadi menambahkan, pihaknya akan terus memperbarui data secara berkala seiring dengan perkembangan proses pencarian dan evakuasi di lapangan.
Saat disinggung terkait korban yang hilang atau belum ditemukan, pihaknya belum bisa memastikan. Namun, diungkapkannya masih ada satu KMP Pratama Kalyani dari perusahaan kapal yang sama dengan KMP Putri Yasmin turut mengangkut 39 korban menuju Lembar. Pihaknya menyarankan pihak keluarga untuk mengecek dan memastikan saat tiba.
“Untuk yang ada di kapal 39 orang itu masih di Kapal Pratama Kalyani sedang menuju ke Lembar. Kebetulan dari Lembar juga. Dari perusahaan yang sama. Ikut membantu pencarian,” bebernya.
Sesuai prosedur, pihaknya tetap melakukan pencarian selama tiga hari.
“Selama masih ada pengaduan, kita tetap melakukan pencarian. Kita tetap menyesuaikan dengan kondisi cuaca yang ada di lapangan besok. Kita akan buatkan rencana operasi untuk besok pagi,” pungkasnya. (win)

