MATARAM– Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif resmi membentuk Tim Percepatan Pariwisata Ramah Muslim (PRM) Tahun 2026. Tim itu dibentuk sebagai langkah strategis memperkuat pengembangan destinasi wisata ramah muslim sekaligus meningkatkan daya saing NTB pada penilaian Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2026.
Pembentukan tim tersebut ditetapkan melalui Surat Keputusan Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTB Nomor 100.3.3/24/DISPAREKRAF-I/2026 tentang Penetapan Tim Percepatan Pariwisata Ramah Muslim (PRM), yang ditandatangani Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTB, Ahmad Nur Aulia, pada 15 Juli 2026.
Dalam keputusan tersebut dijelaskan bahwa pembentukan tim bertujuan mendukung terwujudnya destinasi wisata ramah muslim yang berkualitas dan berkelanjutan melalui proses inventarisasi, verifikasi, serta integrasi data penunjang secara objektif dan proporsional.
Tim ini memiliki sejumlah tugas strategis, di antaranya melakukan advokasi regulasi dan rekomendasi kebijakan pengembangan Pariwisata Ramah Muslim. Inventarisasi dan verifikasi data sebagai indikator penilaian IMTI 2026. Menyusun standar layanan wisata ramah muslim, memetakan kebutuhan layanan di destinasi prioritas. Memperkuat koordinasi lintas perangkat daerah dan pemangku kepentingan, hingga mendorong promosi, branding, sertifikasi halal. Dan, pembinaan usaha pariwisata, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Susunan tim dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTB sebagai ketua, dengan Sekretaris Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTB sebagai sekretaris. Keanggotaan tim melibatkan unsur pejabat teknis Disparekraf NTB, Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB, Bank Indonesia Wilayah NTB, BPJPH Wilayah NTB, Universitas Mataram, Politeknik Pariwisata Lombok, UIN Mataram, STP Mataram, serta Universitas Nahdlatul Ulama NTB.
Melalui pembentukan Tim Percepatan Pariwisata Ramah Muslim ini, Pemerintah Provinsi NTB berharap pengembangan ekosistem wisata ramah muslim semakin terintegrasi, memperkuat kolaborasi lintas sektor. Sekaligus mempertahankan posisi NTB sebagai salah satu destinasi unggulan wisata ramah muslim di Indonesia. (red)

