Mataram — Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi NTB, I Gede Putu Aryadi, S.Sos., M.H., mendorong perguruan tinggi menghasilkan riset dan inovasi yang mampu menjawab permasalahan daerah serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Semiloka Berdampak Link and Match antara Perguruan Tinggi di Lingkungan LLDIKTI Wilayah VIII dengan Mitra Dunia Usaha, Dunia Industri, dan Dunia Kerja (DUDIKA) se-Provinsi NTB, Jumat, 24 Juli 2026, di Universitas Al-Azhar, Mataram.
Kegiatan yang diikuti perwakilan perguruan tinggi swasta, LLDIKTI Wilayah VIII, pemerintah daerah, dan mitra DUDIKA ini bertujuan memperkuat kolaborasi dalam peningkatan mutu pendidikan, riset, inovasi, serta pengembangan potensi unggulan daerah.
Dalam paparannya bertema “Sinergi Pemerintah Daerah, Perguruan Tinggi, dan Dunia Usaha untuk Penguatan Potensi Unggulan Daerah”, Kepala BRIDA NTB menegaskan bahwa riset tidak boleh berhenti pada laporan atau publikasi, tetapi harus dikembangkan menjadi inovasi yang dapat diterapkan.
“Riset harus dimulai dari identifikasi masalah, dilanjutkan dengan penelitian, inkubasi, pengujian, implementasi, hingga tahap pengembangan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Ia menilai sebagian besar inovasi saat ini masih berada pada tahap dasar dan belum banyak yang mencapai tahap pengembangan. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi dan orkestrasi antara pemerintah, perguruan tinggi, lembaga penelitian, dunia usaha, masyarakat, dan media melalui pendekatan pentahelix.
Pada tahun 2026, BRIDA NTB juga merencanakan Sayembara Riset dan Inovasi Daerah untuk menjaring hasil riset dan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan daerah.
Riset dan inovasi perguruan tinggi diharapkan mendukung tiga prioritas utama pembangunan NTB, yaitu pengentasan kemiskinan, penguatan ketahanan pangan, dan pengembangan pariwisata berkelas dunia.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terbentuk kerja sama nyata dalam penelitian bersama, hilirisasi inovasi, pengembangan teknologi, program magang, peningkatan kompetensi mahasiswa, serta penguatan hubungan antara perguruan tinggi dan dunia kerja.(red)