LOBAR—Pekan Kesenian Senggigi resmi dimulai Sabtu (27/6) sore. Rangkaian Festival Senggigi 2026 itu menampilkan berbagai pertunjukan kesenian tari, musik tradisional, hingga teatrikal yang dipertunjukkan di Amphitheater Pasar Seni Senggigi. Setiap akhir pekan selama tiga bulan, penampilan itu akan ditampilkan oleh berbagai sanggar seni maupun pemuda lokal Lombok Barat (Lobar).
Event ini menjadi cara Pemkab Lobar terus menggiatkan kawasan wisata Senggigi, jelang high season yang segera tiba.
“Hari ini, minggu pertama sebagai rangkaian dari Festival Senggigi. Ini akan kita laksanakan secara rutin setiap weekend (akhir pekan, Red) selama tiga bulan ke depan,” terang Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda, dan Olahraga (Disparekrafpora) Lobar, Agus Gunawan.
Meski tidak dipungkiri kini NTB memiliki sejumlah destinasi wisata baru yang bermunculan, namun menurutnya Senggigi tetap menjadi ikon pariwisata Lobar maupun Nusa Tenggara Barat (NTB). Alasan itu yang membuat pihaknya mengusung The Soul of Lombok sebagai tema Festival Senggigi tahun ini. Terlebih Pemerintah Daerah (Pemkab) Lobar berkomitmen terus meningkatkan atraksi demi Senggigi tetap menjadi destinasi yang dicari wisatawan mancanegara maupun nusantara.
“Untuk itu, mulai hari ini kita coba dulu dengan ‘The Culture of Color’. Ini akan menampilkan core dari seni budaya yang ada di 10 kecamatan di Lombok Barat,” tambah Agus.
Di hari pertama pembukaan, Pekan Kesenian Senggigi menampilkan sejumlah pertunjukan kesenian yang dibawakan pemuda-pemuda Kecamatan Batulayar, seperti Musik Gambus Lembah Sari, Tari Bala Anjani Sandik, serta pertunjukan live musik.
Apresiasi dan optimisme tinggi datang dari Camat Batulayar, H. Muhammad Subayin Fikri. Ia memuji langkah Pemda menggelar pekan seni ini, menjadi momentum kebangkitan kawasan wisata Senggigi.
“Luar biasa kegiatan pembukaan Festival Senggigi 2026 ini. Semoga dengan adanya festival ini, destinasi kita bisa bangkit kembali,” ungkap Subayin.
Komitmen Bupati dan Wakil Bupati Lobar untuk tetap menghidupkan kawasan Senggigi menjadi semangat pihaknya dalam menjaga marwah Senggigi. Dampak positif dari acara ini diharapkan dirasakan langsung oleh ekosistem pariwisata lokal dan para pelaku usaha.
“Harapannya, Senggigi bisa hidup kembali, ramai lagi, tingkat kunjungan tamu meningkat, okupansi hotel melonjak, dan tentu saja bisa mengangkat UMKM, khususnya yang ada di lingkup Kecamatan Batulayar. Sungguh luar biasa,” tuturnya.
Menutup penyampaiannya, Camat Batulayar berharap agar pertunjukan-pertunjukan berikutnya yang akan rutin digelar setiap Sabtu sore hingga malam Minggu bisa berlangsung jauh lebih meriah dengan menampilkan kesenian-kesenian khas dari seluruh kecamatan yang ada di Lombok Barat. (win)
