LOBAR – Keseriusan Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram membangun kampus kedokteran di Gapuk, Kecamatan Gerung, dipertanyakan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lombok Barat (Lobar). Sudah dua tahun setelah hibah lahan seluas 3 hektare yang diberikan Pemkab kepada lembaga pendidikan itu, namun belum ada pembangunan dilakukan.
“Kemarin saya ke sana cek kondisi lahan hibah seluas 3 hektare yang berlokasi di Desa Gapuk, Kecamatan Gerung. Hingga kini masih mangkrak dan belum menunjukkan tanda-tanda adanya aktivitas pembangunan,” beber Anggota Daerah Pemilihan (Dapil) Gerung-Kuripan, Ali Hidayat, Senin (22/6).
Lahan 3 hektare itu diserahkan saat masa kepemimpinan Bupati Fauzan Khalid tahun 2024 silam. Niat lembaga pendidikan itu mengembangkan pendidikan disambut baik oleh Pemda. Terlebih pembangunan itu dinilai akan menggerakkan perekonomian masyarakat di Kota Gerung melalui sektor pendidikan.
“Dulu janjinya segera melakukan pembangunan. Minimal membangun tembok keliling sebagai langkah awal. Rencananya bahkan sangat luar biasa, mau mendirikan Fakultas Kedokteran dan Politeknik di sana,” ujar Ali.
Serapan tersebut dinilai masih jauh dari kenyataan. Ali mengaku pihaknya telah turun langsung melakukan pengecekan ke lokasi lahan hibah tersebut. Hasil pantauan di lapangan menunjukkan kondisi lahan masih sepi tanpa ada progres fisik.
“Sampai hari ini tidak ada tanda-tanda kehidupan di tanah yang kita kasih itu. Ini sudah mau masuk tahun ketiga sejak hibah diberikan,” sesalnya.
Melihat kondisi lahan yang telantar, Ali mendesak Pemkab Lombok Barat untuk segera mengevaluasi kesepakatan hibah tersebut. Ia menegaskan, legislatif tidak akan tinggal diam melihat aset daerah yang berpotensi produktif justru dibiarkan tidak tergarap.
Jika dalam dua tahun ke depan pihak UIN Mataram tetap tidak merealisasikan janjinya, DPRD menyarankan agar lahan tersebut ditarik kembali oleh pemerintah daerah.
“Ngapain kita biarkan tanah itu tidak digarap? Lebih baik menjadi lahan produktif untuk menyumbang PAD (Pendapatan Asli Daerah) kita. Posisi kita sekarang digantung,” tegasnya.
Ali menambahkan, persetujuan hibah lahan tersebut dulunya diputuskan oleh DPRD Lombok Barat karena melihat adanya niat baik dari UIN Mataram untuk ikut membangun daerah. Untuk itu, ia meminta pihak kampus untuk segera memberikan kejelasan dan langkah konkret agar pemanfaatan lahan tersebut tidak semakin berlarut-larut tanpa kepastian.
Senada dengan itu, Pemdes Gapuk juga menyampaikan kehadiran kampus ini diyakini menjadi motor penggerak ekonomi baru. Wajah desa diprediksi bergeser dari agraris menuju sektor jasa.
“Ini harapan besar masyarakat. Kehadiran UIN akan mengangkat derajat ekonomi dan SDM warga,” ujar Kepala Desa Gapuk, Nurdin.
Pihak desa mendambakan percepatan pembangunan fisik. Efek domino perguruan tinggi dinilai sangat luas. Mulai dari penyerapan tenaga kerja hingga peningkatan kualitas pendidikan warga lokal. Status Gerung sebagai ibu kota kabupaten pun dinilai semakin lengkap. (win)