LOBAR—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Barat (Lobar) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, pemerintah daerah secara resmi meluncurkan Alat Asesmen Numerasi AKSI PELITA, Rabu (3/6).
Inovasi pendidikan ini diluncurkan sebagai strategis upaya memperkuat pengukuran kemampuan numerasi peserta didik, sekaligus mendukung peningkatan kualitas pembelajaran yang berorientasi pada penguatan literasi dan numerasi di jenjang sekolah dasar. Pelaksanaan acara ini berlangsung terpusat di SDN 1 Jembatan Kembar, Kecamatan Lembar oleh Wakil Bupati Lombok Barat, Hj. Nurul Adha.
Pemda menilai penguatan mutu pembelajaran dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) harus diintervensi sejak usia sekolah dasar agar memberikan fondasi yang kuat bagi generasi penerus.
“Kemampuan numerasi merupakan salah satu kompetensi dasar yang sangat penting dimiliki peserta didik untuk menghadapi berbagai tantangan di masa depan. Karena itu, kehadiran AKSI PELITA diharapkan dapat menjadi instrumen yang membantu guru memetakan kemampuan siswa secara lebih akurat sehingga pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan mmereka” ujar Wabup Lobar Hj. Nurul Adha.
Wanita yang akrab disapa Ummi Nurul itu menilai penguatan kualitas pendidikan membutuhkan kolaborasi serta inovasi yang berkelanjutan dari seluruh pemangku kepentingan. Alat asesmen yang dikembangkan ini memiliki keunggulan dari sisi kontekstual dan kemudahan penggunaan bagi para tenaga pendidik di lapangan.
“Kita harapkan sekolah mampu memperoleh data capaian siswa yang lebih valid dan objektif. Data tersebut nantinya akan menjadi landasan utama bagi pihak sekolah dalam menyusun strategi pembelajaran yang lebih efektif dan efisien,” saranya.
Peluncuran AKSI PELITA juga menjadi bagian integral dari program kerja Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lobar memperkuat budaya belajar yang berpusat pada peserta didik. Selama ini, tantangan terbesar dalam dunia pendidikan adalah memberikan intervensi yang tepat bagi siswa yang memiliki kecepatan belajar berbeda-beda. Dengan adanya alat ukur yang tepat, guru kini dapat lebih mudah mengidentifikasi sejauh mana capaian belajar siswa serta merancang program intervensi yang sesuai untuk mendongkrak kemampuan numerasi mereka.
Melalui implementasi inovasi AKSI PELITA ini, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat menegaskan keseriusannya dalam menghadirkan layanan pendidikan yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga inklusif dan berdaya saing tinggi. Implementasi alat asesmen ini diharapkan menjadi salah satu langkah nyata jangka panjang dalam menyiapkan generasi muda Lombok Barat yang cakap numerasi, memiliki kemampuan berpikir kritis, serta siap menghadapi dinamika tantangan di masa depan. (win)