LOBAR— Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Lombok Barat (Lobar) terus menghadirkan inovasi mendongkrak minat baca dan literasi masyarakat di Lobar. Langkah nyata yang diambil rencana kegiatan pelatihan literasi berbasis dongeng terbuka untuk umum secara gratis. Tidak tanggung-tanggung kegiatan yang dijadwalkan Sabtu, 23 Mei 2026 mendatang akan dipandu langsung oleh Kang Danang, seorang pendongeng berskala nasional. Kehadiran tokoh ahli ini diharapkan dapat memberikan perspektif baru mengenai metode penyampaian cerita yang efektif dan edukatif.
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Lombok Barat, H. Lalu Winengan, mengaku sengaja merancang kegiatan itu tanpa memungut biaya dari peserta. Agar dapat diakses seluruh lapisan masyarakat yang mau belajar mendongeng. Langkah ini diambil agar esensi dari edukasi literasi dapat menyebar lebih luas tanpa terkendala biaya pendaftaran.
“Tapi karena ruangan terbatas kita jadinya batasi kuotanya,” beber Winengan, belum lama ini.
Fasilitas gratis ini secara khusus disediakan bagi 150 pendaftar pertama. Menariknya, respon masyarakat terhadap program ini terbukti sangat positif. Sejak informasi ini disebarluaskan melalui selebaran digital atau pamflet, pendaftaran langsung menunjukkan lonjakan yang signifikan hanya dalam waktu singkat.
H. Lalu Winengan menilai antusiasme masyarakat Lobar tergolong luar biasa. Belum genap satu hari sejak pengumuman resmi disebarkan, jumlah pendaftar yang masuk sudah hampir memenuhi setengah dari total kuota yang disediakan oleh panitia.
“Baru satu hari di umumkan, sudah 70 orang yang mmendaftar” beber Winengan.
Program ini sengaja tidak membatasi latar belakang usia atau profesi tertentu bagi para pesertanya. Pihak dinas membuka kesempatan ini secara lebar baik untuk kalangan guru, orang tua, maupun masyarakat umum secara luas. Fleksibilitas ini diterapkan karena kemampuan mendongeng dinilai penting dimiliki oleh siapa saja, terutama bagi mereka yang berinteraksi langsung dengan tumbuh kembang anak-anak di lingkungan keluarga maupun sekolah.
Winengan menekankan pelatihan mendongeng ini bukan sekadar melatih keterampilan berbicara di depan publik, melainkan strategi stimulan menarik minat masyarakat agar mau datang dan memanfaatkan fasilitas perpustakaan. Menurutnya, ada keterkaitan erat antara aktivitas mendongeng dengan kebiasaan membaca buku, karena seorang pendongeng yang baik pasti membutuhkan referensi bacaan yang kuat.
“Tentunya orang mendongeng kan tidak bisa kalau tidak baca buku. Setelah dia belajar mendongeng, kan tidak mungkin dia tidak baca buku. Minimalnya baca buku untuk tahu isi buku yang harus dia dongengkan,” tutur Winengan. (win)