LOBAR—Rencana pembangunan Pasar Modern Gerung menunjukkan progres yang positif. Dinas Pekerjaan Umum (PU) sedang melakukan pembuatan Detail Engineering Design (DED), dan pihak konsultan melakukan tahapan uji kelayakan atau Feasibility Study (FS) dari pasar itu. Kemudian diusulkan kepada Kementerian Perdagangan untuk dilakukan pembangunan. Pasar ini diproyeksi akan menjadi sumber peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) nantinya.
Kepala Dinas Perdagangan Lobar, H. Adnan, menilai proses uji kelayakan sangat penting menentukan arah pembangunan pasar ke depan. Tahapan ini dilaksanakan oleh tim konsultan profesional, mengukur dampak ekonomi yang dihasilkan dari terbangunnya pasar tersebut, termasuk kebutuhan fasilitas pendukung lainnya seperti terminal.
“Jika layak, ke depannya apa saja yang dibutuhkan di sana, seperti keberadaan terminal, juga menjadi bagian dari kajian dalam uji kelayakan,” ujar H. Adnan saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Selasa (5/5).
Selain memperbaiki fasilitas pasar yang kondisinya saat ini kurang layak, target pembangunan pasar modern itu juga langkah dalam peningkatan PAD dari retribusi pasar.
Data Dinas Perdagangan mencatat dari Pasar Gerung itu, realisasi PAD mencapai Rp1,2 miliar per tahun dari bea pasar dan retribusi sewa lapak serta los pasar. Adnan memproyeksi potensi PAD bisa meningkat dua kali lipat ketika pasar bergaya tradisional-modern itu terbangun. Didasari pada potensi bertambahnya jumlah pedagang serta penyesuaian nilai sewa yang akan disesuaikan dengan luas toko atau kios yang baru.
“Karena kemungkinan akan bertambah jumlah pedagang yang masuk, kemudian tergantung juga dengan luas toko-tokonya nanti, harga sewanya akan disesuaikan,” jelasnya.
Meskipun mengusung label “modern”, H. Adnan menegaskan pasar ini tetap akan mempertahankan esensi pasar tradisional. Model yang akan diterapkan pasar satu lantai, serupa dengan konsep Pasar Jelojok Lombok Tengah. Menurut Adnan, pemilihan konsep satu lantai ini mempertimbangkan psikologis pedagang dan pembeli yang cenderung enggan naik ke lantai dua, sehingga aktivitas ekonomi diharapkan dapat tetap merata di seluruh area pasar. Karena konsep pasar menciptakan lingkungan belanja yang bersih, sehat, dan nyaman.
“Selama ini, kondisi pasar tradisional identik dengan kesan becek dan bocor saat musim hujan. Pasar yang baru diharapkan menjadi model ke depannya untuk pasar bersih, sehat, dan nyaman,” ucapnya.
Diakui Adnan, pedagang yang berada di Pasar Gerung saat ini berjumlah sekitar 652 orang. Skema relokasi sudah disiapkan pemda untuk para pedagang itu agar tetap bisa berjualan selama proses pembangunan pasar yang baru. Rencananya lahan milik warga yang tidak terlalu jauh dari lokasi pasar sekarang dipilih pemda. Dinas Perdagangan akan melakukan sosialisasi intensif kepada para pedagang terkait rencana itu. (win)