LOBAR—Tahapan seleksi Calon Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) masa bakti 2026-2031 terus berproses. Setelah mengikuti uji kelayakan dan Kepatutan (UKK) tahap I yang digelar Dewan Pimpinan Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa (DPW PKB) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu (25/4). Para kandidat itu akan menunggu pengumuman hasil untuk masuk dalam dua besar.
Ketua DPW PKB NTB, H Lalu Hadrian Irfani, menjelaskan bahwa proses seleksi tahun ini menerapkan parameter yang jauh lebih ketat dan objektif dibandingkan periode-periode sebelumnya. Instruksi langsung dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB yang menginginkan kepemimpinan partai di daerah diisi oleh sosok berkompetensi terukur, serta pemahaman terhadap peta kekuatan politik berbasis data.
“Kami ingin PKB di NTB berkembang lebih pesat dan memiliki perolehan kursi yang signifikan, bukan sekadar angka yang biasa-biasa saja,” ujar Hadrian Irfani beberapa waktu lalu.
Menurutnya target perolehan kursi legislatif bisa signifikan Jika DPC dikelola oleh individu yang mampu bekerja secara sistematis. Asesmen ini menjadi filter penting menyaring figur yang tidak hanya populer, tetapi juga visioner dalam menjalankan roda organisasi.
Di sela-sela proses seleksi, Hadrian juga menyinggung mengenai dinamika internal yang lazim terjadi dalam perebutan kursi kepemimpinan. Meskipun ia mengakui lobi-lobi politik bagian dari proses demokrasi di internal partai, Namun peringatan keras terhadap praktik-praktik lobi yang tidak etis atau menggunakan tekanan.
“Jangan sekali-kali menggunakan ancaman. Jika lobi dilakukan dengan ancaman, itu sangat membahayakan organisasi. Itu bukan cerminan nilai-nilai luhur kader PKB yang telah ditanamkan oleh para pendiri partai,” tegas Hadrian.
Salah satu aspek yang paling menonjol dalam UKK kali ini keterlibatan pihak eksternal dari kalangan akademisi. PKB NTB bekerja sama dengan tim ahli dari Universitas Negeri Malang (UM) untuk melakukan asesmen psikologi dan uji kompetensi. Kehadiran pihak universitas bertujuan untuk menjamin netralitas dan objektivitas penilaian, sehingga hasil yang didapatkan murni berdasarkan kualitas individu peserta.
Fauzi, salah satu peserta UKK yang juga merupakan calon Ketua DPC PKB Lombok Barat (Lobar), memberikan apresiasi terhadap metode seleksi yang diterapkan. Menurutnya, keterlibatan akademisi memberikan dimensi baru dalam melihat kesiapan mental dan intelektual seorang calon pemimpin partai.
“Proses seleksi ini benar-benar profesional. Kami diuji langsung oleh tim dari Universitas Negeri Malang, bahkan melibatkan Ibu Dekan untuk memastikan kedalaman penilaian. Ini membuktikan partai ingin melahirkan pemimpin yang matang secara intelektual maupun psikologis,” ungkap Fauzi di sela-sela kegiatan.
Penyelenggaraan UKK di NTB memiliki makna strategis tersendiri. NTB terpilih sebagai salah satu lokasi pelaksanaan seleksi di luar Pulau Jawa, bersanding dengan Sulawesi Selatan. Hal ini memberikan sinyal kuat bahwa Bumi Gora kini menjadi barometer penting bagi kekuatan politik PKB di tingkat nasional.
Kepercayaan dari tingkat pusat ini dijadikan motivasi bagi DPW PKB NTB untuk segera meningkatkan kelas partai dari kelompok papan tengah menjadi kekuatan politik dominan di wilayah tersebut. Dengan visi
“Partai Gerakan”, PKB NTB berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui aksi “jemput bola” dalam menyerap aspirasi, tanpa harus menunggu momentum pesta demokrasi lima tahunan. (win)
