PERTEMUAN: Suasana Rapat Koordinasi tim Sapta Pesona Lobar dengan pemerintah Kecamatan Batulayar, pemdes Senggigi, pemerintah Provinsi NTB dan kelurahan Ampenan Kota Mataram di Kantor Camat Batulayar, Kamis (9/4). (Ist)

LOBAR – Rvitalisasi kawasan Senggigi terus dimatangkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Barat (Lobar) agar membuat kawasan Wisata itu semakin cantik. Salah satu yang tengah fokus dilakukan Pemkab mengembalikan keindahan pesisir pantai, memberi kenyamanan bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Perhatian ditujukan kepada lata tetak parkir perahu nelayan. Relokasi parkir sampan yang biasa sandar di pantai kawasan Senggigi akan dilakukan.

Terkait rencana itu, Pemkab Lobar melalui tim Sapta Pesona melakukan kolaborasi lintas sektor. Rapat koordinasi digelar Dinas Pariwisata Lobar dengan Camat Batu Layar, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), hingga jajaran pemerintah di tingkat kelurahan Ampenan Kota Mataram dan desa Senggigi, di Kantor Camat Batulayar, kamis (9/4).

Dari pertemuan itu, Pemda telah menyiapkan lokasi alternatif di kawasan Bintaro yang saat ini tengah dikembangkan menjadi Kampung Nelayan Merah Putih. Langkah ini diambil untuk memusatkan aktivitas perikanan di satu titik yang lebih tertata sehingga tidak berbenturan dengan aktivitas rekreasi wisatawan di pusat Senggigi.

Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) Lobar, Agus Gunawan, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari integrasi kebutuhan industri pariwisata dengan kehidupan sosial masyarakat. Menurutnya, pemindahan ini tidak akan dilakukan secara mendadak, melainkan melalui tahapan yang terukur demi menjaga kelangsungan ekonomi para nelayan.

“Fokus kita saat ini adalah sampan nelayan. Beberapa waktu lalu kami sudah berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk rencana pembangunan pasar ikan di pinggir pantai di daerah Bintaro yang akan menjadi bagian dari program Kampung Nelayan,” ujar Agus.

Agus memastikan Pemkab mengedepankan pendekatan humanis untuk proses transisi titik parkir perahu itu. Sebab ia menegaskan pihaknya malakukan penataan untuk membangun pemahaman bersama dengan warga setempat. Komunikasi yang baik akan menjadi cara pihaknya memberikan pemahaman kepada para nelayan, khususnya yang berada di kawasan Pondok Perasi. Hal ini diakui Agus pernah diterapkan dirinya ketika menjadi Camat beberapa tahun silam.

“Kita pengen tidak ada bahasa penertiban di situ, karena bagaimanapun juga nelayan kita adalah saudara. Jadi istilahnya penataan. Tujuannya agar pantai harus bersih, bayangan kita pantai itu bisa seperti di Sanur atau Kuta yang bersih dari sampah sedikitpun,” tambah Agus.

Selain fokus pada pembenahan ruang pesisir, revitalisasi ini juga mencakup pembangunan infrastruktur pendukung lainnya. Pemerintah berencana memperpanjang jalur jogging track di sepanjang garis pantai. Sehingga mendukung ruang publik untuk masyarakat. Diakuinya langkah Pemkab Lobar ini mendapat dukungan penuh dari Dinas Pariwisata Provinsi NTB yang memandang Senggigi sebagai pusat penting bagi pariwisata berbasis seni dan budaya.

Dengan adanya langkah konkret yang dimulai dari sosialisasi hingga aksi lapangan, Pemkab Lobar optimis transformasi ini akan membawa dampak ekonomi yang signifikan. Targetnya, Senggigi tidak hanya kembali menjadi primadona pariwisata di NTB, tetapi juga mampu bersaing sebagai destinasi kelas dunia yang memiliki tata ruang rapi, bersih, dan berkelanjutan. (win)

By Radar Mandalika

Mata Dunia | Radar Mandalika Group

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *