LOBAR—Pelayanan digitalisasi mulai diterapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Barat (Lobar) untuk penyeberangan Pelabuhan Senggigi. Menyusul rencana Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama Pemkab Lobar menjadikan Pelabuhan Senggigi sebagai pintu masuk Lombok untuk jalur kapal cepat nasional.
Tiket elektronik (e-ticketing) siap diberlakukan pertengahan April 2026 ini. Kerja sama dengan PT Easybook Indonesia, perusahaan platform pemesanan tiket transportasi daring terbesar di Asia Tenggara dijajal Pemkab Lobar untuk penerapannya. Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dilakukan Bupati Lobar dengan Direktur PT Easybook Azam Bin Mansor di Aula Senggigi Kantor Bupati Lobar, Rabu (8/4).
Langkah digitalisasi yang dilakukan Dinas Perhubungan (Dishub) Lobar disambut baik Bupati Lobar, H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ). Dinilai mempermudah akses masyarakat membeli tiket langsung secara daring. Terlebih perusahaan platform tiket daring itu juga bekerja sama dengan ratusan pelabuhan kapal cepat di seluruh Indonesia.
“Karena sistem tiketnya daring (e-ticketing), jadi mempermudah masyarakat mengaksesnya,” terang LAZ.
Terlebih lanjut LAZ, sistem pembayaran nontunai mencegah terjadinya kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) seperti sistem manual. Pas masuk pelabuhan dapat terpantau riil, melihat kepastian penumpang yang datang atau pergi.
“Jadi semua terekap. Bayangkan kalau masih manual, misal ada orang datang (penumpang) seribu tetapi laporannya 500,” ungkapnya.
Selain itu, Pemda gerak cepat menindaklanjuti konsep Gubernur, menjadikan Pelabuhan Senggigi pintu masuk pariwisata dari Bali menuju Lombok. Sehingga Pelabuhan Bangsal KLU hanya akan melayani penyeberangan menuju tiga Gili (Trawangan, Meno, dan Air). Konsep itu sudah disampaikan Gubernur kepada Bupati Kabupaten Lombok Utara (KLU).
Direktur PT Easybook Indonesia, Azam Bin Mansor mengungkapkan bahwa platform Easybook sudah menangani 400 pelabuhan yang tersebar dari Sabang sampai Merauke termasuk Pelabuhan Bangsal KLU.
“Kami senang bisa bekerja sama juga dengan Pelabuhan Senggigi,” terang Azam.
Menurutnya, sudah banyak perusahaan atau operator kapal cepat menggunakan sistem platform pihaknya untuk penjualan tiketnya. Sehingga mempermudah masyarakat membeli tiket langsung secara daring. Bahkan pembelian tiket kapal bisa lebih awal atau jauh hari dilakukan tanpa perlu datang membeli di kantor operator kapal.
Selain itu, platform aplikasi Easybook ini melayani pembayaran parkir hingga informasi kawasan wisata di daerah pelabuhan tersebut.
“Jadi semua trip wisata yang ada di kawasan Senggigi (Lobar) akan kami iklankan di aplikasi kami. Mempermudah pembayaran juga karena bisa menggunakan digital payment seperti QRIS, virtual account, atau debit,” papar pria berlogat Melayu itu.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Lobar, Muhammad Hendrayadi mengungkapkan sistem baru ini akan efektif dipergunakan tepat pada perayaan HUT Lobar 17 April 2026 mendatang. Digitalisasi ini diharapkan mampu memberikan dampak signifikan bagi peningkatan PAD.
Setidaknya terdapat lima keuntungan utama yang didapatkan oleh Pemda maupun pengguna jasa pelabuhan dari sistem baru itu. Keuntungan pertama dari sisi efisiensi anggaran, di mana Dishub tidak perlu membuat aplikasi karena telah disediakan oleh pihak Easybook.
Selain itu, sistem ini menjamin transparansi keuangan yang lebih baik. Pembayaran dari pelanggan akan langsung masuk ke rekening daerah tanpa melalui perantara atau proses penagihan yang rumit. Hal ini meminimalisasi risiko kebocoran pendapatan. Dari sisi keamanan dan data, sistem ini memungkinkan pencatatan manifes penumpang secara detail, baik yang masuk maupun keluar dari Pelabuhan Senggigi.
Bahkan Hendra mengungkapkan, poin penting penyedia layanan akan menyiapkan sarana seperti kamera pengawas (CCTV) dan beberapa fasilitas pintu masuk serta keluar untuk meningkatkan kenyamanan layanan publik.
“Jadi ada lima keuntungan. Pertama, kita tidak perlu buat aplikasi. Terus kedua, daerah langsung terima masuk lewat customer, jadi tidak ada perantara, tidak ada tagihan. Manifes orang yang masuk dan keluar dari Pelabuhan Senggigi akan terbaca semua, alamat semuanya detail,” papar Hendra.
Penerapan e-ticket ini juga diproyeksikan sebagai instrumen promosi pariwisata. Aplikasi tersebut nantinya akan memuat nama destinasi wisata, sehingga calon wisatawan dapat memperoleh informasi mengenai objek wisata di sekitar Senggigi. Dinas Pariwisata turut terintegrasi dalam platform ini untuk menawarkan paket wisata langsung kepada penumpang.
Transformasi menuju sistem nontunai juga menjadi fokus utama. Tidak akan ada lagi area penjualan tiket fisik yang berpotensi menimbulkan kerumunan atau praktik percaloan. Seluruh operator kapal cepat yang melayani rute Bali-Lombok-Gili akan terintegrasi dalam platform yang sama, memudahkan pengguna dalam memilih jadwal keberangkatan.
“Jadi tidak ada lagi area penjualan tiket secara manual,” tambahnya.
Meski demikian, pihaknya tetap mengantisipasi kendala teknis yang mungkin dihadapi penumpang di lapangan. Loket khusus operator Easybook tetap akan disiapkan di pelabuhan guna membantu penumpang yang mengalami masalah dengan perangkat ponselnya atau belum memiliki aplikasi.
“Jadi tidak perlu khawatir masyarakat,” ucapnya.
Lebih lanjut Hendra mengatakan, digitalisasi ini juga menjadi jawaban rencana strategis menjadikan Pelabuhan Senggigi sebagai pintu masuk utama konektivitas Bali-Lombok.
“Jadi memang bagian menuju ke arah sana,” pungkasnya. (win)
