LOBAR– Kritik prdas dilontarkan Bupati Lombok Barat (Lobar) H Lalu Ahmad Zaini (LAZ) atas kinerja Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif, Kepemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) Lombok Barat (Lobar) yang dinilai lamban melakukan promosi event daerah. Dispar doyan mepet melakukan promosi event, bahkan sepekan sebelum digelar. Sama halnya dilakukan untuk promosi pelaksanaan tradisi Lebaran Topat 2026 ini. Bupati melontarkan kritik itu saat ekspos event Lebaran Topat yang digelar Dispar di aula Jayangrane, Senin (2/3).
Kinerja OPD itu menjadi bahan evaluasi LAZ. Sebab menurut LAZ, sebuah event budaya berskala besar harusnya dipromosikan jauh-jauh hari agar memiliki daya ungkit ekonomi lebih kuat. Promosi yang dilakukan dalam hitungan minggu sebelum acara tidak akan memberikan hasil yang signifikan terhadap angka kunjungan wisatawan mancanegara maupun domestik.
“Harapan saya, seluruh OPD seharusnya melakukan itu jauh sebelumnya. Contohnya, jika kita ingin mengagendakan event di bulan April, maka dari sekarang flyer-nya sudah ada di mana-mana. Orang sudah tahu lebih awal,” ujar pria yang akrab disapa LAZ saat dikonfirmasi awak media selepas acara.
LAZ menekankan pola pikir dalam menyelenggarakan Event harus berorientasi pada hasil. Tidak hanya sekedar kemeriahan sesaat, melainkan sejauh mana mampu meningkatkan lama tinggal wisatawan di Lobar sehingga berpengaruh pada perekonomian.
“Karena rata-rata orang berlibur atau pekerja swasta merencanakan libur itu tidak pernah mepet, pasti jangka panjang. Saya ingin menangkap potensi itu. Makanya promosinya jauh-jauh hari, tidak mepet,” tegasnya.
Evaluasi atas capaian keberhasilan event digelar juga akan dilakukan LAZ. Bahkan tiga indikator utama harus bisa dipenuhui event yang masuk Calendar of Event Lobar. Agar anggaran yang dikeluarkan berbanding lurus dengan hasil diperoleh.
“Ada tiga indikator yang saya sampaikan tadi harus tercapai. Pertama, harus ada peningkatan jumlah wisatawan. Kedua, lama tinggalnya wisatawan (length of stay), dan ketiga adalah dampak ekonomi lokal. Ini tiga poin pentingnya,” tegas LAZ.
LAZ sampai memberikan perbandingan tata kelola event di daerah lain, seperti Yogyakarta, yang sudah mengumumkan agenda tahunan mereka setahun sebelumnya. Hal tersebut memungkinkan agen perjalanan dan calon wisatawan untuk mengunci jadwal perjalanan mereka jauh-jauh hari.
“Itu yang saya lakukan tahun lalu dengan promosi COE 2026 lebih awal,” pungkasnya.(win)
