MATARAM – Komisi X DPR RI melakukan kunjungan kerja ke Taman Mayura, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu (11/02).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan berbagai agenda strategis di bidang pendidikan dan kebudayaan berjalan optimal di daerah.
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, menyampaikan bahwa kehadiran pihaknya di NTB merupakan bagian dari upaya penguatan sektor kebudayaan.
“Hari ini Komisi X hadir di Nusa Tenggara Barat memastikan banyak hal,” ujarnya di sela kunjungan.
Salah satu agenda penting yang dipastikan adalah pembentukan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) di NTB pada tahun 2026.
“BPK merupakan unit kerja di bawah Kementerian Kebudayaan yang bertugas melakukan pelestarian, perlindungan, dan pengembangan warisan budaya,” kata Lalu Hadrian.
Selama ini, BPK yang membawahi wilayah Bali, NTB, dan Nusa Tenggara Timur (NTT) hanya berada di Bali.
Dengan rencana pembentukan BPK di NTB, diharapkan upaya pelestarian kebudayaan di daerah tersebut dapat dilakukan lebih fokus dan maksimal.
“Sebelumnya BPK hanya ada di Bali dan menaungi tiga provinsi, yakni Bali, NTB, dan NTT. Insya Allah 2026 NTB akan memiliki BPK sendiri,” tutur Lalu Hadrian.
Menurutnya, keberadaan BPK di NTB akan mempercepat proses inventarisasi, perlindungan, hingga pengembangan berbagai potensi budaya lokal, termasuk cagar budaya dan tradisi masyarakat setempat.
“Komisi X DPR RI menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pemerataan infrastruktur kebudayaan di daerah sebagai bagian dari penguatan identitas nasional serta peningkatan kesejahteraan masyarakat berbasis budaya,” pungkasnya (jho)